CARI LEWAT GOOGLE

SUARA HATI INSAN CATUR

Memperkuat Mental Bertanding Dengan 'Memanggil' Energi Keberhasilan/Kemenangan Catur Di Masa Lalu

Dalam perjalanan karir caturnya, seseorang pastilah pernah mengalami masa-masa kejayaan/keberhasilan. Misalnya pernah juara 1 dalam suatu turnamen, lolos ke Kejurda/Kejurnas, saat berhasil meraih gelar Master (meskipun tidak juara), pernah mengalahkan master terkenal dan sebagainya. Kesuksesan di masa lalu ini diharapkan bisa dibangkitkan roh/energinya untuk keberhasilan catur di masa kini.

Utamanya bagi teman-teman catur yang sedang melempem dan tidak segarang dulu. Bagi para pecatur yang sedang mengalami penurunan prestasi, yang akhir-akhir ini selalu gagal dalam turnamen. Dibutuhkan 'suntikan energi', dan salah satunya itu adalah 'energi kesuksesan' catur di masa lalu.

Juga bagi rekan-rekan catur semua (termasuk saya sendiri), yang sudah lama belajar catur tapi masih tidak pernah juara. Punya komputer dan program-program komputer canggih, database catur lengkap, buku-buku catur lengkap 1 almari, tapi masih merasa 'mentok' dan tidak banyak kemajuan. Mungkin saja bukan karena skill caturnya jelek, tapi bisa karena mentalnya kurang OK, tidak mampu menghadapi situasi kritis dengan baik, tidak bisa mengatasi tekanan mental dalam turnamen, tidak gigih dan kurang 'ngotot' dalam menghadapi kesulitan di atas papan.

Kesuksesan melahirkan kesuksesan, kemenangan mendorong kemenangan yang lain. Begitu kata orang cerdik pandai nan bijaksana.

Berdasarkan pengamatan (dan pengalaman sendiri) untuk menjadi juara dibutuhkan mental dan urat syaraf sekuat baja. Hanya pecatur yang memiliki daya juang sangat tinggi, sangat gigih, mau bekerja keras (berlatih dan utamanya saat beranding), 'super ngotot' bin 'super tekun' untuk selalu mencari langkah baik dan akurat saja yang layak menjadi pemenang (juara). Selain tentu saja skill catur (kalkulasi, teori) yang baik (paling tidak di bawah para pesaing. Syukur kalo bisa di atas para kompetitor, tentu peluang juara semain besar). Dan tentu saja dibutuhkan juga kesehatan/kebugaran fisik yang baik agar supply oksigen ke otak melimpah sehingga ujung-ujungnya KOSENTRASINYA dapat diandalkan.

Dalam permainan catur (apalagi antar 2 pecatur yang relatif tidak banyak selisih levelnya), seringkali menghadapi posisi kritis, juga krisis waktu. Di saat-saat kritis semacam inilah, punya 'syaraf' yang lebih kuat, punya mental 'ngotot', biasanya yang akan survive dan memenangkan pertikaian. Yang saya lihat yang 'ngotot' pada saat kritis langkah-langkah bagus dan akuratnya 'muncul'. Sebaliknya yang mentalnya lemah dan tidak punya 'kengototan' yang cukup, cenderung selalu melakukan blunder pada moment-moment terpenting.

Jelas ini bukan karena faktor teknis tapi non-teknis. Mungkin dalam situasi normal, menghadapi posisi demikian akan bisa melangkah dengan akurat. Tapi karena banyak tekanan mental seperti krisis waktu, tuntutan harus menang, 'atmosfir turnamen', wibawa/aura lawan, si pecatur gagal menemukan langkah akurat malah bikin blunder. Dengan 'syaraf baja' dan 'kengototan' tekanan mental akan bisa diatasi.

Salah satu cara untuk memperkuat mental dan motivasi juara adalah dengan memanggil kembali 'energi kemenangan/keberhasilan' di masa lalu yang kita punyai. Dulu saat kita sukses kita berada dalam 'top form', urat syaraf kenceng, ngotot. Energi positif ini kemudian 'disuntikkan' pada diri kita saat ini. ENERGI SUKSES KITA DUPLIKASI UNTUK SENJATA KITA SAAT INI. Dengan introspeksi, perenungan dan semacam meditasi hal ini bisa dilakukan. Poinnya kita lebih mengutamakan perhatian pada KELEBIHAN-KELEBIHAN/KESUKSESAN DARIPADA pada KEKURANGAN/ KELEMAHAN /KEGAGALAN KITA.

Mungkin untuk penanganan lebih serius secara teknis dibutuhkan ahli mental (baca psikiater) untuk memperbaiki 'kekurangan/kelemahan' mental para pecatur dengan hasil yang lebih baik.

Bagi yang ahli psikologi, mohon koreksi atau tambahan jika ada yang kurang tepat dalam posting saya hari ini.

Bukankah demikian teman-teman?

GENS UNA SUMUS.

 
  • ©Blog Komputer Catur 2007-2017, allright reserved.