SUARA HATI INSAN CATUR

KLIK "Baca selengkapnya >>" di sebelah kiri bawah setiap postingan, atau Klik pada Judul Postingan - untuk melihat isi postingan tersebut secara lengkap!

Rabu, 22 April 2026

SERI WAWANCARA GRANDMASTER CATUR DUNIA (4) - Versi Chessbase - GM Ramesh RB, Pelatih Vaishali

SERI WAWANCARA GRANDMASTER CATUR DUNIA (4) - Versi Chessbase - GM Ramesh RB, Pelatih Vaishali, Pasca Vaishali Juara Turnamen FIDE Candidate 2026 Cyprus - Bagaimana Ramesh Memberi Kejutan Kepada Vaishali (Dari Youtube Channel Chessbase India)

Ketika Semesta Berpihak pada Mereka yang Pantang Menyerah


Sebuah kisah tentang tiket pesawat yang hampir tak ada, seorang pelatih catur yang tak kenal kata menyerah, dan seorang murid yang luar biasa dan mengukir sejarah.


(FOTO DARI CHESSBASE INDIA)

Ada momen-momen dalam dunia catur — dan dalam kehidupan — di mana segala sesuatu seolah berkonspirasi untuk menguji seberapa besar keinginan kita. Di mana alam semesta seakan bertanya: "Apakah kamu benar-benar menginginkan ini? Seberapa jauh kamu bersedia berjuang?"

Inilah salah satu kisah seperti itu.

GM Ramesh RB, salah satu pelatih catur paling dihormati yang pernah dilahirkan bumi India, hampir tidak bisa hadir di Cyprus. Tiket pesawat yang nyaris mustahil didapat, waktu yang semakin sempit, dan perasaan putus asa yang mulai menggerogoti — semua itu adalah bagian dari drama di balik layar yang tak kalah menegangkan dari pertandingan catur itu sendiri. Namun, seperti dalam sebuah pertandingan grandmaster sejati, ia tidak menyerah pada posisi yang terlihat kalah. Ia terus mencari. Ia terus berjuang. Dan di menit-menit terakhir — the last minute, secara harfiah — jalan itu terbuka.

Semesta rupanya punya rencana yang lebih indah dari sekadar kebetulan.

Karena di Cyprus, di bawah sorotan lampu turnamen FIDE Women's Candidates 2026, muridnya sedang menuliskan sejarah.

GM Vaishali Rameshbabu — nama yang kini bergema di seluruh penjuru dunia catur — berhasil melewati persaingan paling ketat, paling brutal, dan paling mendebarkan di antara para kandidat terkuat wanita di muka bumi. Langkah demi langkah, tekanan demi tekanan, dengan ketenangan seorang juara sejati, ia menembus batas-batas yang selama ini dikira banyak orang sebagai tembok tak tertembus — dan menjadi Juara FIDE Women's Candidates 2026!

Dan sang pelatih? Ia ada di sana. Tepat di saat yang paling berharga. Hadir dalam upacara penutupan, menyaksikan trofi diserahkan ke tangan muridnya — murid yang telah ia tempa, ia percayai, dan ia perjuangkan bahkan sebelum satu bidak pun digerakkan di papan Cyprus.


Ini bukan sekadar kisah tentang catur.

Ini adalah kisah tentang kepercayaan seorang guru kepada muridnya. Tentang keteguhan hati di saat semua pintu tampak tertutup. Tentang bagaimana perjuangan yang sungguh-sungguh — baik di atas papan catur maupun di loket-loket tiket yang menyebalkan — pada akhirnya selalu menemukan jalannya menuju happy ending yang layak untuk dirayakan.

Dan hari ini, saya dengan bangga mempersembahkan kepada Anda sebuah wawancara eksklusif bersama GM Ramesh RB sendiri — langsung dari Cyprus, hangat, jujur, dan penuh inspirasi. Dengarkan kisahnya dari balik layar. Rasakan bagaimana seorang pelatih kelas dunia melihat perjalanan luar biasa murid kesayangannya menuju puncak kejayaan.

Karena percayalah — apa yang akan Anda saksikan dalam video berikut ini bukan hanya akan membuat Anda lebih mencintai catur.

Ini akan membuat Anda percaya bahwa perjuangan selalu sepadan dengan hasilnya.

Selamat menyimak Wawancaranya di bawah ini. 🏆


— Klik play, dan biarkan kisah ini menginspirasi hari Anda.




Transcript Asli Text dalam Video (Bahasa Inggris)

[00:00:01] Romesh, welcome to Cyprus.
[00:00:04] >> Hello.
[00:00:05] >> A very last minute trip. Yes.
[00:00:07] >> Yes. It was not planned properly or uh
[00:00:11] Yeah, probably my fault. I had promised
[00:00:14] Vali and Prague that if either of them
[00:00:15] are both win, I would be there.
[00:00:17] >> Wow.
[00:00:17] >> And uh so when Vashel's game was over, I
[00:00:21] had to quickly arrange a ticket. And uh
[00:00:23] Hashini's father he helped and he was
[00:00:26] awake like till 2:00 or 3:00 in the
[00:00:28] morning and somehow managed the ticket
[00:00:29] and pulled it off.
[00:00:30] >> Wow. And you came like im just when
[00:00:34] Aishali was going on stage. So that was
[00:00:36] perfect timing.
[00:00:37] >> Yeah. Yeah. Very good timing. Like in
[00:00:38] movies usually the police come after the
[00:00:40] heroes captured all the villains. So I
[00:00:44] did some kind of an entrance like that.
[00:00:48] And Vayali when she went on stage like
[00:00:51] she was so happy to see you there. Her
[00:00:53] first words were like I'm so glad my
[00:00:55] coach is here. That must have been very
[00:00:58] special.
[00:00:59] >> Yeah. Yeah. But uh how I would say is
[00:01:02] like it's not the words what people say
[00:01:05] it's the emotions behind. So I was
[00:01:07] really happy that in her special moment
[00:01:10] I was there.
[00:01:12] >> Amazing. I want to kind of go back in
[00:01:15] time u and you know speak a bit about
[00:01:18] Wishali because I think you have played
[00:01:23] a very big role in molding her talent.
[00:01:27] So do you remember like the first time
[00:01:29] you saw her where did you meet her? How
[00:01:33] it all began?
[00:01:34] >> Yeah. So when I started working with
[00:01:36] Vali it was also along with Prague. So
[00:01:39] it was uh I started working with both of
[00:01:41] them together and so I if I'm not
[00:01:44] mistaken probably 2014 I guess um I was
[00:01:48] invited by uh South Indian journalist
[00:01:51] association uh to give a prize to some
[00:01:54] sportsman and I was supposed to present
[00:01:57] a prize to Prague award to Prague and uh
[00:02:01] so we went to a hotel that's where the
[00:02:03] function was and we were waiting for the
[00:02:05] event to begin at that time Prague's
[00:02:08] parents
[00:02:09] his father mainly came to me and said
[00:02:10] like
[00:02:11] >> would you be interested to work with
[00:02:14] both of them and I immediately agreed
[00:02:17] because even then they both were very
[00:02:20] strong players was already world under
[00:02:22] eight champion I think and va was maybe
[00:02:25] under 10
[00:02:26] >> uh so they were already very strong
[00:02:29] players and for me I always enjoy
[00:02:31] working with uh
[00:02:33] >> players not only who have potential but
[00:02:35] who enjoy chess who love chess and who
[00:02:38] don't mind working long hours. So I was
[00:02:43] very thankful for the opportunity and
[00:02:44] immediately agreed that's how it started
[00:02:46] and they started coming to chess gurugul
[00:02:49] and uh I was taking my most of my
[00:02:51] classes almost all my classes at chess
[00:02:53] gurul back then and uh they used to come
[00:02:57] from very far their house is still they
[00:02:59] are still living the same place
[00:03:00] >> pi race
[00:03:01] >> pi
[00:03:02] >> and uh they come from very it's maybe
[00:03:05] one one and a half hours journey by his
[00:03:07] father's two wheeler and despite his
[00:03:09] handicap he used to bring come both to
[00:03:11] the class and uh most of the time they
[00:03:14] will come in the morning maybe 8:30 9
[00:03:17] the classes will start at 9:30 if I'm
[00:03:19] remember correctly they'll come and have
[00:03:21] breakfast uh the mother will have to
[00:03:24] cook everything before then and she'll
[00:03:26] cook the breakfast lunch and dinner and
[00:03:28] send both the kids uh with the parents
[00:03:30] or many times she will also come and
[00:03:32] many times they'll come by bus and so on
[00:03:35] and they will have the breakfast and
[00:03:37] then attend the class and then have
[00:03:39] lunch and then attend the class and then
[00:03:41] the classes will finish by 7:30 or so
[00:03:43] sometimes 8 8:30 and then they will stay
[00:03:46] back have the dinner because to reach
[00:03:48] home it will be like 10 10:30 so they
[00:03:50] have the dinner and then uh go back and
[00:03:53] it was always a group lessons uh we had
[00:03:56] u many players uh at that point uh
[00:04:01] Prague generation Diva was also coming
[00:04:03] Rakita Ravi Michel Katrina Nandita and
[00:04:07] so on so there were many players who
[00:04:09] were coming and u it was lot of fun
[00:04:12] because they were all very young, very
[00:04:14] innocent and very hardworking, very
[00:04:16] passionate, very ambitious and to work
[00:04:19] with uh such a group of players, it was
[00:04:21] a privilege. I enjoyed it uh immensely
[00:04:25] and uh yeah that's how it all started.
[00:04:28] >> This uh number of hours that you are
[00:04:31] talking about is huge right like it's
[00:04:33] almost like 8 to 10 hours of chess. So
[00:04:36] if I'm not mistaken it will be 9 to 5
[00:04:38] something like that with a 1 hour break
[00:04:40] in between and during the lunch break we
[00:04:43] will have the lunch in 5 minutes we will
[00:04:46] finish and then everyone will go to
[00:04:47] play. So because they were all very
[00:04:49] young we used to play hide-and-seek
[00:04:51] running and catching this kind of
[00:04:52] things. I've also actually played in uh
[00:04:54] in when when Yakob had come we had done
[00:04:56] this and then we were playing hide and
[00:04:58] seek and yeah
[00:05:00] >> and then uh after a few years we had a
[00:05:04] table tennis uh table put in our terrace
[00:05:08] and none of us knew how to play and we
[00:05:11] all started playing every day and we all
[00:05:13] became reasonably good and we're not so
[00:05:15] bad anymore.
[00:05:17] Yeah. So it was a lot of fun. And what
[00:05:20] was it about Vishali that actually
[00:05:22] caught your eye? Because you know
[00:05:24] Vishali also mentioned in in our
[00:05:26] interview that when she began there her
[00:05:28] first trainer Thiagi Theiag Rajan had
[00:05:32] embibed a lot of love for chess in her.
[00:05:34] So when she came to you what was it that
[00:05:37] you saw was her strengths and what were
[00:05:40] the things you felt were missing?
[00:05:42] >> No the most important thing uh to be
[00:05:44] successful in any field I would say the
[00:05:46] first is passion. You should really
[00:05:48] enjoy that activity. It's not for the
[00:05:51] ambition alone like you want to achieve
[00:05:53] something in that or you can make money
[00:05:55] or become popular. All that is secondary
[00:05:57] but the primary is it should make you
[00:05:59] happy doing that activity. So u with
[00:06:03] praanali they just love chess they can
[00:06:06] breathe just eat chess sleep chess walk
[00:06:09] chess like Rajin used to say I walk
[00:06:11] English I talk English. So like that
[00:06:13] they it's just was everything for them
[00:06:16] even before they came to me. So I would
[00:06:20] say like Tiagarajan has done a fantastic
[00:06:23] job with his students especially with
[00:06:25] these two uh players. He has uh embied
[00:06:30] what is the most important thing to be
[00:06:32] successful in chess that passion and not
[00:06:35] just the passion also the work ethics.
[00:06:38] So even when they come they were already
[00:06:40] hardworking. For most of the players
[00:06:42] this has to be taught that there is
[00:06:44] there is so much to be learned and uh
[00:06:48] you have to put in a lot of effort and
[00:06:50] if we try this with 10 players maybe one
[00:06:53] or two will can we can convince 8 to
[00:06:57] nine they would still they will in
[00:06:59] principle agree with this but they
[00:07:00] cannot do it. They would most of them
[00:07:02] come up with lot of excuse. I have
[00:07:04] homework I have exams I have to study. I
[00:07:07] go for piano class or whatever but no
[00:07:11] excuses they will just say if if you say
[00:07:13] like you have to work 10 hours a day
[00:07:14] they'll say okay that's it so how to
[00:07:17] find that 10 hours it's their problem
[00:07:19] and they will have to do it this kind of
[00:07:21] commitment and tremendous work ethics I
[00:07:23] have to I mean I wish every coach can
[00:07:27] learn this how Tagajin did it with these
[00:07:29] two kids uh he has really produced gems
[00:07:33] >> wow that's amazing and also feels so
[00:07:36] nice that it you it comes from you to
[00:07:39] Thiag Rajan because
[00:07:40] >> no the thing is uh uh sad thing is like
[00:07:44] he should have got more uh attention or
[00:07:48] uh visibility or prominence than what he
[00:07:52] has got in reality. So it's a sad thing.
[00:07:57] Um that's why at this opportunity I want
[00:08:01] to thank him for what he has done, what
[00:08:03] he has contributed to Indian chess. It's
[00:08:05] amazing and without his contribution I
[00:08:07] don't think we would be sitting here and
[00:08:09] doing this interview and uh with Vishali
[00:08:13] as I said the passion for the game and
[00:08:15] the work ethics were both out of earth
[00:08:18] >> and uh also they both like they are so
[00:08:24] close to each other uh like even if they
[00:08:27] come at uh morning 8:30 they will
[00:08:30] quickly have the breakfast and
[00:08:32] immediately start playing blitz and uh
[00:08:34] There'll be no one else in the academy
[00:08:37] and the children will start slowly
[00:08:39] coming in for the 9:00 class and then
[00:08:41] when they see like these two are playing
[00:08:43] everyone will start coming at 8:30 so
[00:08:44] they all can play blitz.
[00:08:47] So whenever they get the time off
[00:08:49] they'll be paying blitz with each other
[00:08:51] when they were young and uh so for many
[00:08:56] players we have to tell them like for
[00:08:57] many children they would attend they
[00:09:00] would see chess during the class but for
[00:09:02] them they are seeing chess all the time
[00:09:05] >> so whether that is a class or not uh
[00:09:08] they are like I don't know how they are
[00:09:10] able to do it but it's very inspiring to
[00:09:12] see them do it and uh she was very quite
[00:09:16] strong maybe 1950 something like that at
[00:09:20] that point and Prague was maybe 1,700
[00:09:22] some maybe 250 points she was uh higher
[00:09:25] rated than uh Prague but uh then u uh
[00:09:29] Prague became an IM short time and then
[00:09:32] he went to 2400
[00:09:34] >> so at that time it had some impact on
[00:09:36] her but then she got accustomed to it
[00:09:40] and uh all these faces they have to go
[00:09:42] through uh and nice to see that over a
[00:09:46] period time
[00:09:47] >> now it has culminated with her.
[00:09:49] >> I think there are many complex phases
[00:09:52] that you also must have gone through
[00:09:54] with both Prague and Wishali but one of
[00:09:57] the most complex phase must have been
[00:09:59] when they were financially not so strong
[00:10:02] and both careers had to be sustained
[00:10:05] that was in the initial period
[00:10:07] >> yeah that was in the initial period uh
[00:10:09] first couple of years or so u but then
[00:10:12] when Prague became an IM Mr. Savvy Raman
[00:10:16] Raja from Ramco group uh he had invited
[00:10:19] us to basically wanted to congratulate
[00:10:22] Prague and the family uh and so when we
[00:10:26] were there
[00:10:28] uh I don't know if it was me or uh Mr.
[00:10:32] Di Sunder one of us uh we approached the
[00:10:36] subject like uh
[00:10:38] if they can be sponsored it'll be
[00:10:40] amazing and he readily agreed let's do
[00:10:43] it. uh so that's how it started and uh
[00:10:46] they started taking care of all their
[00:10:48] travels because even at that young age
[00:10:50] they started playing in Europe
[00:10:52] >> and I remember um maybe around 2016 or
[00:10:56] 17 I had to convince many parents from
[00:10:59] other parts of India like I was also
[00:11:01] taking classes in Mumbai uh for a couple
[00:11:04] of years and at that time I had to when
[00:11:06] I met the parents there I suggested you
[00:11:08] should take your children to play in
[00:11:10] Europe if it is comferable for you and
[00:11:13] uh lot of convincing had to happen only
[00:11:16] few uh managed to agree to that uh
[00:11:19] suggestion. It's simply because if the
[00:11:21] child is passionate and if it is
[00:11:23] affordable it's good to make them
[00:11:25] international players at a very young
[00:11:26] age. So when they travel to other
[00:11:28] countries the competition they see it's
[00:11:31] very good for uh from the learning
[00:11:33] perspective. Uh so traveling was a tough
[00:11:37] challenge back then. um thanks to
[00:11:40] Mangatamandra that phase we could uh
[00:11:42] cover quickly and then he became an IM
[00:11:44] and then GM and then they kept raising
[00:11:46] the sponsorship to meet all the demands.
[00:11:49] So special thanks to Raman Raja and uh
[00:11:53] not just that even now uh so currently
[00:11:57] he's they are still sponsoring Vali.
[00:12:00] >> Oh
[00:12:00] >> and uh Pragas has moved to the Adani
[00:12:03] group and uh even now like he had
[00:12:07] actually called me yesterday uh and
[00:12:11] Raman Raja Raman Raja but I could not
[00:12:14] attend the call and I just forgot about
[00:12:17] it. I have to call him back. Um yeah, so
[00:12:20] even now he keeps calling once in a
[00:12:22] while and ask how the kids are doing and
[00:12:25] uh not just as a matter of courtesy or
[00:12:29] something. He is really interested and
[00:12:31] uh he wishes good for their growth. So
[00:12:36] he
[00:12:38] calls and say like what is the problem
[00:12:39] in their games? If there is a bad
[00:12:41] performance, how can we help them
[00:12:44] overcome this? Is there something from
[00:12:46] our side we have to do? And uh I
[00:12:48] suggested uh we need uh some servers to
[00:12:52] analyze. This was many years ago and he
[00:12:55] immediately arranged for one uh to help
[00:12:58] in his preparation. So whatever we ask
[00:13:00] he immediately agrees and he still
[00:13:03] supporting Vali wholeheartedly. Uh
[00:13:06] thanks to him uh they could uh handle
[00:13:09] the initial problems uh financial
[00:13:11] problems quite well. You know I was
[00:13:14] interviewing Emil Sutoski Fidday CEO and
[00:13:17] he mentioned that about Wishali there is
[00:13:20] something where she's able to win big
[00:13:22] events like she won Grand Swiss twice
[00:13:26] candidates also she won. So there's
[00:13:28] there's something in her where she
[00:13:30] raises her game when and she can win
[00:13:34] tournaments. It's not a very uh easy
[00:13:36] skill. Uh yes I do agree and acknowledge
[00:13:40] that but it was not something she
[00:13:43] developed uh recently it as I mentioned
[00:13:46] she was already a world under 10
[00:13:47] champion under 12 champion and so on and
[00:13:49] they quickly lost interest in world you
[00:13:51] championships because they felt uh it's
[00:13:53] not very challenging
[00:13:54] >> and uh I remember she got her GM nom in
[00:13:57] extraon Denmark yes I remember
[00:13:59] >> very strong open against a very strong
[00:14:01] opposition she made and I'm seeing many
[00:14:05] children go to Serbia
[00:14:07] or Hungary first Saturday tournaments
[00:14:09] basically closed tournaments which are
[00:14:11] organized very periodically and they try
[00:14:14] to make noms um but uh both Praali like
[00:14:19] they wanted to make the noms playing in
[00:14:20] open tournaments where uh your
[00:14:22] opposition you have no control whom
[00:14:24] you're going to play and you'll be
[00:14:26] playing only those who deserve like if
[00:14:28] you get good points you'll play good
[00:14:29] plays otherwise you won't so that was uh
[00:14:33] and she has always been winning big
[00:14:36] tournament months and uh one thing I
[00:14:39] would say maybe can look at it another
[00:14:42] way it's like she could win more
[00:14:46] maybe that is what is uh missing she is
[00:14:48] capable of winning more rather than
[00:14:50] doing one big tournament in a year like
[00:14:52] one day uh grand space in one year she
[00:14:55] is capable of winning big tournaments at
[00:14:58] a consistent level that is something we
[00:15:01] have to work on
[00:15:02] >> and looking at she does come across as
[00:15:05] someone who is very pokerfaced but I
[00:15:08] think people close to her know that
[00:15:10] she's very emotional
[00:15:11] >> from within because when we were also
[00:15:13] talking she said like after a few bad
[00:15:16] performances she she was not going to
[00:15:18] play Grand Swiss she also had thoughts
[00:15:20] of leaving chess so this emotion I'm I'm
[00:15:24] sure that you would have had many
[00:15:26] conversations around this kind of
[00:15:27] emotional approach to chess
[00:15:30] >> yeah uh compared to both Vali and Prague
[00:15:33] Vichali is bit more emotional In that
[00:15:35] sense uh losses can affect her more
[00:15:39] personally but this is a challenge as a
[00:15:42] coach for me also like I have seen this
[00:15:45] with most players almost everyone has
[00:15:48] this issue no one likes to lose everyone
[00:15:49] wants to win uh more than everyone wants
[00:15:52] to win no one wants to lose and when
[00:15:54] losses are they're bound to happen even
[00:15:56] for extremely strong players they are
[00:15:58] still going to lose games so what is the
[00:16:02] way is there a way where a player player
[00:16:05] can make peace with the loss without
[00:16:08] losing confidence, without becoming too
[00:16:10] sad and let it affect the subsequent
[00:16:12] games. And this is something I'm trying
[00:16:15] to find a solution myself. I'm trying
[00:16:17] different things. But the thing is it's
[00:16:21] easily it's easy to give advice to
[00:16:23] someone not to get upset. But when we go
[00:16:26] through tough times, it's it just
[00:16:28] happens.
[00:16:30] The Anand said in an interview
[00:16:32] beautifully like we should learn to deal
[00:16:36] with losses. You can afford to get sad
[00:16:39] but without losing confidence. So we
[00:16:41] should learn to get sad without losing
[00:16:42] confidence.
[00:16:44] >> Not easy.
[00:16:45] >> Yeah. Not easy. Easily said but tough.
[00:16:48] >> And for Vishali, do you think like
[00:16:51] having a very strong support system in
[00:16:54] her family and Prague was very helpful?
[00:16:57] >> Yeah. uh her family has always played a
[00:17:00] very very crucial role in both bashali
[00:17:03] and drugs carriers. They were always
[00:17:05] been there and uh I periodically tell
[00:17:08] them maybe it's time they should start
[00:17:10] traveling alone
[00:17:11] >> and uh have food that the restaurants
[00:17:15] not have everything given to them ready
[00:17:18] made uh let them suffer a bit from the
[00:17:21] outside world. they have to learn to
[00:17:24] deal with the challenges coming from the
[00:17:26] outside. Well, that will also make them
[00:17:29] I feel like bit more self-confident that
[00:17:32] you solve your own problems not just on
[00:17:34] the board but off the board as well. Um
[00:17:37] so sometimes we do that sometimes it
[00:17:40] doesn't happen and so on but uh her
[00:17:43] mother especially like has been
[00:17:45] traveling and uh earlier they both were
[00:17:47] not very strong so they both could play
[00:17:49] in the same open tournament and she
[00:17:51] could be there for both but now they
[00:17:53] play in different events they get
[00:17:55] invitations in different events and she
[00:17:57] has to choose with whom she has to
[00:17:59] travel and the other is uh uh she could
[00:18:02] not be there and also I have to mention
[00:18:04] about the sacrifice of his father. Uh
[00:18:08] even uh when I was talking to him before
[00:18:09] I came, I said like uh can I try to get
[00:18:12] a ticket for you? You should be there.
[00:18:15] And he said no, I will. Uh
[00:18:18] there are some logical issues in um for
[00:18:21] him to travel. So uh he has never gone
[00:18:24] to tournaments with uh their children
[00:18:26] and the whole world has seen them play
[00:18:28] but he sits at home and uh watches. So,
[00:18:33] but one good thing is like during the
[00:18:34] Chennai Olympiad, they could come and
[00:18:36] stay there and uh
[00:18:38] >> be there.
[00:18:39] >> I remember I think it was a nice feeling
[00:18:41] for him to to be in the same place where
[00:18:44] both were playing.
[00:18:45] >> Yeah. And the other thing I have to say
[00:18:47] is like uh many parents nowadays last
[00:18:51] maybe postco
[00:18:53] they I don't know what's the right word
[00:18:56] interfere if interfere is the right word
[00:18:58] because they care for their children's
[00:19:00] growth but they give lot of suggestions
[00:19:02] they take some big decisions by
[00:19:04] themselves many times it hurts the
[00:19:06] players career path but with Prague's
[00:19:09] parents like whether they are doing well
[00:19:11] or not they never panic too much and
[00:19:15] they they trust the process and uh
[00:19:18] somehow I don't know they kind of
[00:19:20] trusted me. I'm really thankful to them
[00:19:24] and uh like when uh Pra could not win
[00:19:28] the candidates last time uh I was very
[00:19:32] sad and I offered like maybe it's time
[00:19:34] for him to move on to a different coach
[00:19:36] or a better coach uh because maybe I'm
[00:19:40] not able to help him as much as he
[00:19:42] deserves. But the his father said like
[00:19:44] we want you to continue.
[00:19:46] Uh I don't know uh the trustee has
[00:19:50] really thankful. Um but yeah they both
[00:19:54] never interfere uh in any of the big
[00:19:57] decisions. They never tell me what I
[00:19:59] should teach them how I they should be
[00:20:01] taught. But many players I see they do
[00:20:05] this
[00:20:06] >> actually. This uh just a small side like
[00:20:08] we are talking about Vishali and Prag
[00:20:11] and their family but a side note on this
[00:20:14] kind of triangle which exists in the
[00:20:16] chess world for any growing player that
[00:20:19] is the coach the player and the parents
[00:20:21] >> and I see that this is a very important
[00:20:24] triangle.
[00:20:25] >> Yes.
[00:20:25] >> Uh to get it right.
[00:20:27] >> Yeah.
[00:20:27] >> And how do you see it as because each
[00:20:30] one has to play a role
[00:20:32] >> and many times as you said parents take
[00:20:35] a rash decision. Yes,
[00:20:36] >> many times parent coaches are lax. They
[00:20:39] are not giving their 100%.
[00:20:41] >> Like and and so it's very difficult to
[00:20:43] understand who is right, who is not
[00:20:45] right. What would be your
[00:20:47] >> more than who is right and wrong, what
[00:20:49] is important is everyone should play
[00:20:51] their role properly.
[00:20:54] >> Maybe honestly is the word. Uh then it
[00:20:57] would mean if we don't understand it
[00:20:59] properly, are the parents dishonest? I
[00:21:02] don't mean that. I would say it's like
[00:21:04] everyone should play the role properly
[00:21:06] and just step back. The stepping back is
[00:21:09] the difficult part. Uh for from the
[00:21:12] player side eventually it will all come
[00:21:14] down to the child eventually because the
[00:21:17] child
[00:21:18] if they don't do their role properly
[00:21:21] then whatever the parents and the
[00:21:22] coaches provide if they do their best
[00:21:25] it's still not going to be sufficient.
[00:21:26] So eventually it'll boil down to the
[00:21:28] player. So after that what usually
[00:21:31] happens is like most of the parents they
[00:21:32] see all these let's say bali winning
[00:21:36] then many parents will say okay my
[00:21:37] daughter should win and then they will
[00:21:39] take some big risk maybe get some loans
[00:21:41] or quit job move cities these type of
[00:21:44] things they take some very big decisions
[00:21:47] and uh many cases the child is not as
[00:21:51] passionate or not ready to do what Vali
[00:21:53] has done is not here because the parents
[00:21:57] are the coach
[00:21:58] we have played some supportive role but
[00:22:01] she has really worked uh sacrificed a
[00:22:05] lot in her life to be here. So this kind
[00:22:08] of commitment and sacrifice we cannot
[00:22:10] expect from many if you can do but the
[00:22:12] parents will expect uh the child to do
[00:22:16] well they think their child is so good
[00:22:18] they can also do and they give full
[00:22:20] support and many times even beyond their
[00:22:23] means and then it becomes a pressure.
[00:22:26] >> Yes. And when the child is not able to
[00:22:28] reciprocate and then it becomes a
[00:22:30] pressure and they will start interfering
[00:22:33] with the trainer or maybe you should
[00:22:35] change the opening instead of this
[00:22:37] opening maybe my child should be thought
[00:22:39] this other opening and so on. It's
[00:22:41] become so common
[00:22:42] >> and uh yeah this is where all the things
[00:22:46] start going wrong.
[00:22:49] This definitely deserves an entirely
[00:22:51] different video and perhaps discussion.
[00:22:54] But coming back to Vishali, are there
[00:22:56] any anecdotes or any episode that you
[00:22:59] remember that can be shared to just show
[00:23:02] >> many things? Um
[00:23:04] I remember
[00:23:06] uh a few years ago, a couple of years
[00:23:09] ago,
[00:23:11] um
[00:23:13] uh one person had some information which
[00:23:16] will be very helpful for Vali to have
[00:23:19] that information and when that person
[00:23:21] volunteered to give that information
[00:23:22] immediately said no.
[00:23:25] Uh he said I don't I should not get this
[00:23:28] information from you.
[00:23:29] >> Wow. Um so uh I was so proud
[00:23:34] because uh she she could have been
[00:23:37] selfish and just received information.
[00:23:39] Um so but she said no I should not be
[00:23:43] getting this information and so she is
[00:23:46] someone who is very ethical extremely
[00:23:50] ethical and uh I'm very proud of that.
[00:23:55] >> This is very difficult to actually
[00:23:56] inculcate. Yeah, it's something which
[00:23:59] you see around you and maybe if people
[00:24:01] are like that
[00:24:01] >> people want to take advantage of the
[00:24:03] situation if it it will benefit them and
[00:24:05] if they have to
[00:24:07] uh do some things sideways they don't
[00:24:09] mind doing this is what we see
[00:24:11] everywhere but with Vashali and Prague
[00:24:13] and uh
[00:24:16] um
[00:24:18] they are very unus unusing
[00:24:23] it's like you are talking to some next
[00:24:24] door child you don't realize is like
[00:24:27] they are so talented it doesn't uh get
[00:24:31] to their head. I've seen so many where
[00:24:34] success get to their head and they start
[00:24:37] acting like I don't know I don't want to
[00:24:40] put any wrong words but uh with them
[00:24:43] like they are always very humble down to
[00:24:47] earth that is something I'm really that
[00:24:51] quality I like them I can very much
[00:24:54] >> in this candidates uh overall did you
[00:24:57] like's play did you enjoy her games
[00:25:00] which one did you think And maybe one of
[00:25:03] the things that Pran spoke about was
[00:25:05] that Vishali's ability to defend
[00:25:07] inferior positions is really really
[00:25:09] good.
[00:25:10] >> Yeah. So earlier like when she gets into
[00:25:13] trouble in passive positions, she would
[00:25:15] make mistakes and lose more often.
[00:25:19] I still have uh despite her win here, I
[00:25:23] still feel she can play much better and
[00:25:26] she's probably 60 65 70% of her
[00:25:29] potential.
[00:25:31] She's capable of analyzing amazing lines
[00:25:34] and she's also capable of making 1 + 1 4
[00:25:38] type of mistake. So both extremes are
[00:25:40] possible. So there are kind of two
[00:25:42] vialies there in her and uh she should
[00:25:45] learn to
[00:25:47] camouflage the bad qualities in her
[00:25:50] better. I think she can still do it much
[00:25:52] better. I like the way she played uh
[00:25:57] I'm not getting the name Gorachkina.
[00:26:00] So that game London system game.
[00:26:03] >> Yeah. So she it's like he played all the
[00:26:07] nice positional moves.
[00:26:08] >> Yes.
[00:26:09] >> But in I was very impressed by that
[00:26:11] game. But even in that game that
[00:26:14] tendency to play passively was there.
[00:26:16] But she was doing it for the right
[00:26:18] reason. So whenever she's playing
[00:26:20] positionally she has to play those
[00:26:22] passive looking moves for the right
[00:26:24] reasons that she has to get
[00:26:26] >> bishop E8. Bishop D8. Yeah. All those
[00:26:29] moves. and then rook D7 bishop C7
[00:26:31] exchange and again bringing the rook. So
[00:26:33] she was doing all that very well. So
[00:26:36] that is pure positional class and she
[00:26:40] should display it more often.
[00:26:43] >> Yeah, we all know her for her attacking
[00:26:45] play like she really attacks very well.
[00:26:47] >> Yeah. And then gets emotional
[00:26:51] >> and sacrifices pieces.
[00:26:52] >> Yeah. sometimes when it is not required
[00:26:55] this emotional control
[00:26:59] >> but having Pra here was very helpful I
[00:27:01] think that was a very smart move overall
[00:27:04] uh it seems like somehow it worked in
[00:27:07] per it it's a it's an idea which is not
[00:27:10] so easy to come and I think you are the
[00:27:13] one you you and maybe Arti you both came
[00:27:15] up with this and it kind of worked out
[00:27:18] >> yeah uh because even Arti knows Vali
[00:27:22] very very well. Um they have their own
[00:27:25] conversations where we are not allowed
[00:27:28] and uh so where she tells her problems
[00:27:30] to Arti and then uh Arti will say like
[00:27:34] uh okay so how do we deal with this
[00:27:37] situation and we try to come up with
[00:27:39] some solution but I was telling this
[00:27:42] maybe even many months ago I was
[00:27:44] proposing this that you should take uh
[00:27:47] Pran with you and uh so Pranh was asking
[00:27:51] what will I do? What should I do sir?
[00:27:54] What is my role? I said you just be
[00:27:56] yourself
[00:27:58] because like with him around it's tough
[00:28:00] to be sad. he will make everything a
[00:28:05] bright situation and uh yeah most of
[00:28:08] these decisions like the way I see is
[00:28:10] like we have to take decisions and while
[00:28:13] taking the decision we are not sure it's
[00:28:15] the right decision or not only in
[00:28:17] hindsight
[00:28:18] >> we can see how it turned out to be and
[00:28:22] uh if it turned out well then we can say
[00:28:25] I what I did is right but when you take
[00:28:26] the decision we are not really sure
[00:28:28] >> true
[00:28:28] >> it also I think helped
[00:28:30] >> it could also have backfired
[00:28:31] >> yeah it could have she would wanted some
[00:28:33] empathy and he's making fun of it. It
[00:28:36] could have gone the other way too.
[00:28:37] >> True.
[00:28:38] >> But they both like each other very much.
[00:28:41] Uh
[00:28:42] >> they know each other very well. So I was
[00:28:45] hoping she will not be offended by his
[00:28:47] uh casual approach or know
[00:28:50] >> a fun approach to everything. And also
[00:28:53] for Prime it's important because he's
[00:28:55] closing in on 26 she's he's already 2630
[00:28:59] and somehow openings is his he mentioned
[00:29:02] it's not his forte so this kind of
[00:29:04] experience also helps him get better.
[00:29:06] Yeah, I was also telling uh praise like
[00:29:08] when their vashal is playing, you should
[00:29:11] uh observe how the in the open section
[00:29:15] the players are approaching the opening
[00:29:17] choices, how they decide on the
[00:29:18] openings, how they prepare, how they
[00:29:20] focus, how they manage the time, try to
[00:29:22] observe and learn as much as you can.
[00:29:24] It's good to see the best players in the
[00:29:26] world fighting and you are there in
[00:29:28] person to learn from them.
[00:29:30] >> Amazing. And now coming to the world
[00:29:33] championship match which will be one of
[00:29:35] the things that Vishali said two three
[00:29:37] times is that she's excited to play in
[00:29:39] the glass glass
[00:29:42] >> like okay the world championship of
[00:29:44] course she's very excited
[00:29:45] >> I never thought of a world championship
[00:29:47] in that sense
[00:29:48] >> yeah she said like from young age I used
[00:29:50] to see like inside the glass cubicle and
[00:29:54] now I will get to play so she's very
[00:29:56] excited about that
[00:29:57] >> but Juenjun is a very uh seasoned and
[00:30:01] five-time world champion, someone five
[00:30:04] times, huh?
[00:30:04] >> Yeah. Five times world champion. And
[00:30:06] she's kind of faced just about everyone,
[00:30:09] right? She's faced Leing, Tanjongi,
[00:30:11] Gorachkina. And she has overcome each
[00:30:14] one of them. So, it will not be easy
[00:30:17] match. I mean, it will be very tough.
[00:30:19] >> It should not be easy,
[00:30:21] isn't it? If it is easy, then there's no
[00:30:23] fun for the spectators, no fun for the
[00:30:25] players as well. If there is a clear
[00:30:27] favorite, I should be a good fight. Um
[00:30:31] so five time world champion means she
[00:30:33] has lot of experience and she knows how
[00:30:35] to approach a match and for us we are
[00:30:37] like beginners in that sense we have to
[00:30:39] find our way of how we should approach
[00:30:43] but that's also the fun part isn't it
[00:30:45] new challenges
[00:30:47] yeah we will deal with it I think I was
[00:30:50] we were went for a walk shortly and I
[00:30:53] was telling like I read somewhere like
[00:30:56] Maudan she has uh she was the was to win
[00:31:00] the candidates being the last seed
[00:31:03] >> and she went on to win the world
[00:31:05] championship. So I was telling And say
[00:31:07] yeah I also read it. So I hope that will
[00:31:10] happen.
[00:31:11] >> And then she beat Nona Gaprindi who was
[00:31:13] like world champion for many years. Yes.
[00:31:15] >> So it's always time for a change
[00:31:19] >> right and this has been such an
[00:31:20] incredible journey right like from 1970
[00:31:23] meeting some young girl who's now going
[00:31:26] to play for the highest title. Do you
[00:31:29] sometimes feel like oh this is like a
[00:31:30] dream you know that's unfolding. No, how
[00:31:34] I see is like somehow the three of us
[00:31:37] believed that they both will become
[00:31:39] world champion
[00:31:41] like she'll be the women world champion
[00:31:42] and Prague will be the men champion like
[00:31:44] we never had doubts.
[00:31:46] >> Three as in who?
[00:31:48] >> Myself, Prague and Vichali the three of
[00:31:50] us believed you okay
[00:31:52] >> like they both will become world
[00:31:53] champion. We never thought like will it
[00:31:57] be possible or would it be can we do it?
[00:32:01] Should we try? I mean we somehow like
[00:32:03] like a blind man we just trusted I mean
[00:32:07] we kind of not trust we just know like
[00:32:10] it will happen. Uh maybe we are idiots
[00:32:12] to think like that but that is what is
[00:32:16] nice about this journey.
[00:32:18] >> Yeah it's brilliant and I think it
[00:32:20] continues and I think there are
[00:32:22] challenges still so
[00:32:24] >> there will be challenges
[00:32:25] >> that that's also exciting for you right
[00:32:27] as a as a trainer who's achieved so
[00:32:28] much. something I'm trying to learn
[00:32:30] myself and I'm that is precisely what
[00:32:32] I'm trying to teach these kids like
[00:32:35] nothing should be easy nothing they
[00:32:37] should take for granted and for nothing
[00:32:40] they will have guarantee that this will
[00:32:42] happen this is bound to happen because I
[00:32:44] want it to happen no you have to earn
[00:32:47] every millimeter of the way so you have
[00:32:50] to be deserving of what you dream what
[00:32:53] you wish for you should be first
[00:32:54] deserving and it should be achieved with
[00:32:57] lot of sacrifices and lot of difficult
[00:33:00] moments and all those difficult moments
[00:33:03] are what like even Prague had a very
[00:33:05] tough time here but in a way I'm happy
[00:33:07] it's happening to him because if he
[00:33:10] manages to understand what is happening
[00:33:12] to him why it is happening what are the
[00:33:15] things he should change in himself and
[00:33:17] if he's eventually able to make those
[00:33:19] changes I think this experiences will be
[00:33:22] very useful this is what will shape
[00:33:25] >> till what point do you think a player
[00:33:27] can have this attit itude of learning
[00:33:30] and improving at some point they get
[00:33:32] like tired and they say enough now I
[00:33:34] can't I can't do this so is there some
[00:33:36] balance to that that uh because if there
[00:33:39] are too many challenges all the time not
[00:33:41] good performance it can tire you out no
[00:33:43] >> yes it can lead to lot of frustrations
[00:33:46] you want something you are putting lot
[00:33:48] of effort you are very confident you
[00:33:50] will get and then bad things happen and
[00:33:53] then you are not giving up you are
[00:33:55] pushing back again and then some bad
[00:33:57] results
[00:33:58] So when this happens over a period of
[00:34:00] time usually people start slowly
[00:34:02] gradually losing motivation and then uh
[00:34:05] they'll say okay should I go through the
[00:34:08] cycle one more time and they will start
[00:34:10] doubting themselves and then it's gets
[00:34:13] very hard and with age this is bound to
[00:34:15] happen to everyone u so they are still
[00:34:19] young and uh so they should not worry
[00:34:22] about these things um they should always
[00:34:25] believe I can be the best and it's not
[00:34:29] going to be easy because all these top
[00:34:30] players they don't want to make you a
[00:34:33] great player.
[00:34:35] They want to beat you and become great
[00:34:37] player themselves. So and it is this
[00:34:40] kind of challenge tough challenge from
[00:34:42] others. If we deal with it right way it
[00:34:45] will shape us in the right path.
[00:34:47] >> Amazing. Well Romesh thank you as always
[00:34:50] for amazing insights and for this
[00:34:52] beautiful journey that we are
[00:34:54] witnessing. thanks to so many unsaid and
[00:34:58] so many uh unseen efforts that have been
[00:35:00] put by you. So thank you for that.
[00:35:02] >> Thank you Sia.

TERJEMAHAN LENGKAP WAWANCARA


Pewawancara (Sagar Shah): Ramesh, selamat datang di Siprus!

GM Ramesh RB: Halo!

Pewawancara: Ini perjalanan yang sangat mendadak, bukan?

GM Ramesh: Ya. Ini tidak direncanakan dengan baik. Ya, mungkin itu kesalahan saya. Saya sudah berjanji kepada Vaishali di Praha bahwa jika salah satu dari mereka atau keduanya menang, saya akan hadir di sana.

Pewawancara: Wow!

GM Ramesh: Dan ketika pertandingan Vaishali selesai, saya harus segera mencari tiket pesawat. Ayah Hashini sangat membantu — beliau terjaga sampai pukul dua atau tiga dini hari dan entah bagaimana berhasil mendapatkan tiket tersebut.

Pewawancara: Luar biasa! Dan Anda tiba tepat ketika Vaishali sedang naik ke panggung. Itu sungguh timing yang sempurna!

GM Ramesh: Ya, ya. Timing yang sangat pas. Seperti dalam film biasanya polisi tiba setelah para pahlawan berhasil menangkap semua penjahat. Jadi saya melakukan semacam entran seperti itu (tertawa).

Pewawancara: Dan Vaishali ketika naik ke panggung terlihat begitu bahagia melihat Anda di sana. Kata-kata pertamanya adalah: "Saya sangat senang pelatih saya ada di sini." Itu pasti menjadi momen yang sangat istimewa.

GM Ramesh: Ya, ya. Tetapi yang ingin saya katakan adalah — bukan kata-kata yang diucapkan orang yang terpenting, melainkan emosi di baliknya. Saya benar-benar bahagia bisa hadir di momen spesialnya itu.


Pewawancara: Luar biasa. Saya ingin sedikit kembali ke masa lalu dan berbicara tentang Vaishali, karena saya pikir Anda telah memainkan peran yang sangat besar dalam membentuk bakatnya. Apakah Anda masih ingat pertama kali melihatnya, di mana Anda bertemu dengannya, dan bagaimana semuanya bermula?

GM Ramesh: Ya. Jadi ketika saya mulai bekerja dengan Vaishali, itu juga bersamaan dengan Praggnanandhaa. Saya mulai bekerja dengan keduanya secara bersamaan. Jika tidak salah ingat, mungkin sekitar tahun 2014. Saya diundang oleh Asosiasi Jurnalis India Selatan untuk memberikan penghargaan kepada beberapa atlet, dan saya diminta untuk mempersembahkan penghargaan kepada Pragg. Kami pergi ke sebuah hotel tempat acara tersebut berlangsung, dan kami sedang menunggu acara dimulai. Saat itulah orang tua Pragg — ayahnya terutama — mendatangi saya dan bertanya apakah saya tertarik untuk bekerja dengan keduanya. Saya langsung setuju karena bahkan saat itu mereka berdua sudah merupakan pemain yang sangat kuat. Vaishali sudah merupakan juara dunia bawah delapan tahun saya pikir, dan Pragg mungkin baru di bawah sepuluh tahun.

Pewawancara: Mereka sudah sangat kuat.

GM Ramesh: Bagi saya, saya selalu senang bekerja dengan pemain yang tidak hanya memiliki potensi, tetapi juga yang menikmati catur, yang mencintai catur, dan yang tidak keberatan bekerja berjam-jam dalam waktu yang panjang. Jadi saya sangat bersyukur atas kesempatan itu dan langsung setuju. Begitulah semuanya dimulai. Mereka mulai datang ke Chess Gurukul — saya mengadakan hampir semua kelas saya di Chess Gurukul saat itu. Dan mereka datang dari sangat jauh. Rumah mereka masih di tempat yang sama — di Piravanthur — dan mereka menempuh perjalanan sekitar satu hingga satu setengah jam mengendarai sepeda motor sang ayah. Meskipun ayahnya memiliki keterbatasan fisik, beliau tetap membawa keduanya ke kelas.

Kebanyakan waktu mereka tiba pagi hari, sekitar pukul 8:30, sementara kelas baru mulai pukul 9:30 jika saya ingat dengan benar. Mereka tiba dan sarapan terlebih dahulu — sang ibu harus memasak segalanya sebelum berangkat: sarapan, makan siang, dan makan malam, lalu mengirim kedua anaknya bersama orang tua mereka. Banyak kali sang ibu juga ikut, dan sering kali mereka naik bus. Mereka sarapan, kemudian mengikuti kelas, lalu makan siang, kemudian kelas lagi. Kelas selesai sekitar pukul 7:30 malam, kadang jam delapan atau delapan setengah. Kemudian mereka tinggal sebentar, makan malam, karena untuk sampai ke rumah akan memakan waktu hingga pukul sepuluh atau sepuluh setengah malam. Jadi mereka makan malam dulu baru pulang.

Itu selalu merupakan pelajaran kelompok. Kami memiliki banyak pemain saat itu — generasi Pragg — Divya juga datang, Rakshitta, Ravi, Mishal, Katrina, Nandita, dan sebagainya. Jadi ada banyak pemain yang datang, dan itu sangat menyenangkan karena mereka semua sangat muda, sangat polos, sangat rajin, sangat bersemangat, dan sangat ambisius. Bekerja dengan sekelompok pemain seperti itu adalah sebuah keistimewaan. Saya sangat menikmatinya. Begitulah semuanya bermula.


Pewawancara: Jumlah jam yang Anda bicarakan sangat banyak, bukan? Hampir delapan hingga sepuluh jam catur?

GM Ramesh: Ya, kurang lebih seperti itu — dari pukul sembilan sampai lima dengan istirahat satu jam di tengah. Dan selama istirahat makan siang, kami menyelesaikan makan dalam lima menit lalu semua orang pergi bermain. Karena mereka masih sangat muda, kami bermain petak umpet, kejar-kejaran, hal-hal semacam itu. Saya sendiri pernah ikut bermain saat Yakob datang — kami bermain petak umpet dan ya... (tertawa).

Dan kemudian beberapa tahun kemudian, kami memasang meja tenis meja di teras kami. Tidak ada di antara kami yang tahu cara bermain, dan kami semua mulai bermain setiap hari dan kami semua menjadi cukup baik — tidak terlalu buruk lagi sekarang.


Pewawancara: Ya, itu sangat menyenangkan. Lalu, apa yang ada pada Vaishali yang benar-benar menarik perhatian Anda? Karena Vaishali juga menyebutkan dalam wawancara kami bahwa ketika dia mulai belajar, pelatih pertamanya, Thiagarajan, telah menanamkan banyak kecintaan terhadap catur dalam dirinya. Jadi ketika dia datang kepada Anda, apa kekuatan yang Anda lihat, dan apa hal-hal yang Anda rasa masih kurang?

GM Ramesh: Hal terpenting untuk sukses di bidang apa pun, menurut saya yang pertama adalah gairah (passion). Anda harus benar-benar menikmati aktivitas itu. Bukan hanya karena ambisi semata — seperti ingin mencapai sesuatu, atau menghasilkan uang, atau menjadi populer. Semua itu adalah hal sekunder. Yang utama adalah aktivitas itu harus membuat Anda bahagia saat melakukannya.

Dengan Pragg dan Vaishali, mereka hanya mencintai catur. Mereka bisa bernapas dengan catur, makan catur, tidur dengan catur, berjalan dengan catur. Seperti Rajin yang pernah berkata "Saya berjalan dengan Bahasa Inggris, saya berbicara dalam Bahasa Inggris" — seperti itulah catur adalah segalanya bagi mereka, bahkan sebelum mereka datang kepada saya.

Jadi saya harus mengatakan bahwa Thiagarajan telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan murid-muridnya, terutama dengan kedua pemain ini. Beliau telah menanamkan hal yang paling penting untuk sukses dalam catur — yaitu gairah itu — dan bukan hanya gairah, tetapi juga etos kerja. Bahkan ketika mereka datang, mereka sudah pekerja keras. Bagi kebanyakan pemain, ini harus diajarkan — bahwa ada begitu banyak yang harus dipelajari dan Anda harus mengerahkan banyak upaya. Jika kita mencoba ini dengan sepuluh pemain, mungkin satu atau dua yang bisa kita yakini. Delapan hingga sembilan yang lain mungkin setuju secara prinsip, tetapi mereka tidak bisa melakukannya. Kebanyakan dari mereka akan membuat banyak alasan: "Saya punya PR, saya punya ujian, saya harus belajar, saya ikut kelas piano" — dan lain sebagainya.

Tetapi tidak ada alasan dari mereka. Jika Anda bilang harus bekerja sepuluh jam sehari, mereka akan berkata: "Oke." Bagaimana caranya menemukan sepuluh jam itu — itu masalah mereka, dan mereka akan melakukannya. Komitmen semacam ini dan etos kerja yang luar biasa... saya sungguh berharap setiap pelatih bisa mempelajari bagaimana Thiagarajan melakukan ini dengan kedua anak ini. Beliau benar-benar telah menghasilkan permata.


Pewawancara: Wow, itu luar biasa! Dan betapa menyenangkannya bahwa pengakuan itu datang dari Anda untuk Thiagarajan.

GM Ramesh: Tidak, faktanya adalah — dan ini hal yang menyedihkan — beliau seharusnya mendapatkan lebih banyak perhatian, atau visibilitas, atau pengakuan dari apa yang telah beliau dapatkan dalam kenyataan. Itu sesuatu yang menyedihkan. Itulah mengapa pada kesempatan ini saya ingin berterima kasih kepada beliau atas apa yang telah dilakukannya, atas kontribusinya bagi catur India. Itu luar biasa. Tanpa kontribusinya, saya rasa kita tidak akan duduk di sini melakukan wawancara ini.

Dan dengan Vaishali, seperti yang saya katakan — gairah terhadap permainan dan etos kerja keduanya sungguh luar biasa. Dan mereka berdua begitu dekat satu sama lain. Bahkan jika mereka tiba pukul 8:30 pagi, mereka akan cepat-cepat sarapan dan langsung mulai bermain blitz. Tidak ada orang lain di akademi, dan anak-anak lain akan mulai perlahan-lahan datang untuk kelas pukul sembilan. Ketika mereka melihat kedua bersaudara ini sudah bermain, semua orang mulai datang lebih awal — pukul 8:30 — sehingga mereka semua bisa bermain blitz.

Kapan pun mereka punya waktu luang, mereka akan bermain blitz satu sama lain ketika masih muda. Bagi banyak pemain — bagi banyak anak — mereka hanya melihat catur selama kelas berlangsung. Tetapi bagi mereka, mereka melihat catur sepanjang waktu, baik saat kelas maupun tidak. Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa melakukannya, tetapi sungguh menginspirasi melihat mereka seperti itu.

Saat itu Vaishali sudah sangat kuat — mungkin rating 1950 atau sekitar itu — sementara Pragg mungkin sekitar 1700, jadi Vaishali lebih unggul sekitar 250 poin dari Pragg. Tetapi kemudian Pragg menjadi IM dalam waktu singkat dan naik ke 2400. Pada saat itu hal itu berdampak pada Vaishali, tetapi kemudian dia terbiasa dengan itu. Semua fase ini harus dilalui. Dan menyenangkan melihat bahwa seiring waktu, kini telah mencapai puncaknya pada dirinya.


Pewawancara: Saya pikir ada banyak fase kompleks yang juga harus Anda lalui bersama Pragg dan Vaishali. Salah satu fase paling kompleks pasti adalah ketika mereka secara finansial tidak begitu kuat dan kedua karier harus dipertahankan — itu di periode awal.

GM Ramesh: Ya, itu di periode awal — dua tahun pertama atau lebih. Tetapi kemudian ketika Pragg menjadi IM, Bapak Savvy Raman Raja dari Grup Ramco mengundang kami — pada dasarnya ingin mengucapkan selamat kepada Pragg dan keluarganya. Saat kami berada di sana, entah saya atau Bapak D. Sundar — salah satu dari kami — mengangkat topik: "Jika mereka bisa mendapatkan sponsor, itu akan luar biasa." Dan beliau langsung setuju: "Ayo kita lakukan." Begitulah semuanya dimulai, dan mereka mulai menanggung semua biaya perjalanan mereka, karena bahkan di usia yang sangat muda itu mereka sudah mulai bermain di Eropa.

Saya ingat sekitar tahun 2016 atau 2017, saya harus meyakinkan banyak orang tua dari berbagai bagian India — saya juga mengajar di Mumbai saat itu — bahwa mereka harus membawa anak-anak mereka bermain di Eropa jika memungkinkan. Banyak yang harus diyakinkan. Hanya sedikit yang akhirnya setuju dengan saran itu. Sederhananya, jika anak sangat bersemangat dan jika itu terjangkau, sangat baik untuk menjadikan mereka pemain internasional sejak usia sangat muda. Ketika mereka pergi ke negara lain, kompetisi yang mereka temui sangat baik dari perspektif pembelajaran.

Perjalanan menjadi tantangan berat saat itu. Berkat Raman Raja, fase itu bisa kita lewati dengan cepat. Kemudian Pragg menjadi IM, lalu GM, dan mereka terus meningkatkan sponsorship untuk memenuhi semua kebutuhan. Terima kasih khusus untuk Raman Raja. Dan bahkan sampai sekarang, beliau masih mensponsori Vaishali. Pragg sudah pindah ke Grup Adani. Bahkan kemarin beliau sempat menghubungi saya — Raman Raja — tapi saya tidak sempat mengangkat teleponnya. Saya harus menelepon balik. Beliau sesekali menelepon dan menanyakan bagaimana kabar anak-anak — bukan sekadar basa-basi, beliau benar-benar peduli dan berharap yang terbaik untuk pertumbuhan mereka. Beliau menelepon dan bertanya: "Apa masalah dalam permainan mereka? Jika ada penampilan buruk, bagaimana kita bisa membantu mereka mengatasinya? Apakah ada sesuatu yang harus kita lakukan dari sisi kita?" Dan saya pernah menyarankan kami membutuhkan beberapa server untuk analisis — itu bertahun-tahun lalu — dan beliau langsung mengaturnya. Apa pun yang kita minta, beliau langsung setuju. Dan beliau masih mendukung Vaishali sepenuh hati.


Pewawancara: Anda tahu, saya sedang mewawancarai Emil Sutovsky, CEO FIDE, dan beliau menyebutkan tentang Vaishali — bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya mampu memenangkan turnamen besar. Seperti dia memenangkan Grand Swiss dua kali, dan kini Candidates juga dia menangkan. Ada sesuatu dalam dirinya di mana dia meningkatkan permainannya dan bisa memenangkan turnamen. Itu bukan keterampilan yang mudah.

GM Ramesh: Ya, saya setuju dan mengakui itu. Tetapi itu bukan sesuatu yang baru-baru ini dia kembangkan. Seperti yang saya sebutkan, dia sudah menjadi juara dunia U-10, juara dunia U-12, dan seterusnya. Mereka dengan cepat kehilangan minat pada kejuaraan dunia junior karena mereka merasa tidak terlalu menantang.

Dan saya ingat dia mendapatkan norma GM-nya di Ekstrom, Denmark — dalam turnamen terbuka yang sangat kuat, melawan lawan-lawan yang sangat kuat. Saya melihat banyak anak pergi ke Serbia atau Hungaria untuk turnamen First Saturday — yang pada dasarnya turnamen tertutup yang diorganisir secara berkala — dan mereka mencoba membuat norma-norma di sana. Tetapi Pragg dan Vaishali — mereka ingin membuat norma-norma dalam turnamen terbuka, di mana Anda tidak punya kendali atas siapa yang akan Anda hadapi. Anda akan bermain melawan hanya mereka yang layak — jika Anda mendapat poin bagus, Anda akan bermain melawan pemain bagus, jika tidak, tidak akan. Dan dia selalu memenangkan turnamen-turnamen besar.

Satu hal yang mungkin bisa dilihat dari sudut pandang lain: dia bisa menang lebih banyak lagi. Mungkin itulah yang masih kurang. Dia mampu menang lebih banyak. Alih-alih memenangkan satu turnamen besar dalam setahun — satu Grand Swiss dalam setahun — dia sebenarnya mampu memenangkan turnamen besar secara konsisten. Itu adalah sesuatu yang harus kami kerjakan.


Pewawancara: Dan melihat dia, dia memang tampak seperti seseorang yang sangat bermuka poker (poker-faced), tetapi saya pikir orang-orang yang dekat dengannya tahu bahwa dia sangat emosional dari dalam. Karena ketika kami berbicara, dia berkata bahwa setelah beberapa penampilan buruk, dia hampir tidak mau bermain di Grand Swiss, bahkan ada pikiran untuk meninggalkan catur. Saya yakin Anda pasti telah banyak berdiskusi tentang pendekatan emosional ini terhadap catur.

GM Ramesh: Ya, dibandingkan Pragg, Vaishali sedikit lebih emosional dalam artian kekalahan bisa mempengaruhinya secara lebih personal. Tetapi ini adalah tantangan bagi saya sebagai pelatih juga. Saya melihat ini pada hampir semua pemain — hampir semua orang memiliki masalah ini. Tidak ada yang suka kalah, semua orang ingin menang. Lebih dari sekadar ingin menang, tidak ada yang mau kalah. Dan ketika kekalahan terjadi — dan itu pasti akan terjadi, bahkan bagi pemain yang sangat kuat sekalipun, mereka masih akan kalah — maka pertanyaannya adalah: apakah ada cara di mana seorang pemain bisa berdamai dengan kekalahan tanpa kehilangan kepercayaan diri, tanpa menjadi terlalu sedih, dan membiarkannya mempengaruhi permainan berikutnya?

Ini adalah sesuatu yang saya sendiri sedang berusaha menemukan solusinya. Saya mencoba berbagai hal. Tetapi memang mudah untuk memberi saran kepada seseorang agar tidak kesal. Ketika kita sendiri mengalami masa sulit, itu akan terjadi begitu saja.

Anand pernah berkata dengan indah dalam sebuah wawancara: "Kita harus belajar menghadapi kekalahan. Kamu boleh bersedih, tetapi jangan sampai kehilangan kepercayaan diri. Jadi kita harus belajar untuk bersedih tanpa kehilangan kepercayaan diri."

Pewawancara: Tidak mudah.

GM Ramesh: Ya. Tidak mudah. Mudah dikatakan tetapi sulit dilakukan.


Pewawancara: Dan menurut Anda, apakah memiliki sistem dukungan yang sangat kuat dalam keluarganya dan kehadiran Pragg sangat membantu?

GM Ramesh: Ya, keluarganya selalu memainkan peran yang sangat krusial dalam karier Vaishali maupun Pragg. Mereka selalu ada. Dan saya secara berkala mengatakan kepada mereka, mungkin sudah waktunya mereka mulai bepergian sendiri — dan makan di restoran, tidak semuanya disiapkan untuk mereka — biarkan mereka sedikit menderita dari dunia luar. Mereka harus belajar menghadapi tantangan dari luar. Itu juga akan membuat mereka lebih percaya diri pada diri sendiri — bahwa mereka bisa memecahkan masalah mereka sendiri, bukan hanya di atas papan catur tetapi juga di luar papan catur.

Kadang-kadang kami melakukan itu, kadang tidak terjadi — dan seterusnya. Tetapi ibunya terutama sudah banyak bepergian bersama mereka. Sebelumnya, ketika keduanya tidak terlalu kuat, keduanya bisa bermain di turnamen terbuka yang sama dan sang ibu bisa ada untuk keduanya. Tetapi sekarang mereka bermain di event berbeda, mendapat undangan di event berbeda, dan sang ibu harus memilih bersama siapa harus bepergian.

Dan saya juga harus menyebutkan tentang pengorbanan sang ayah. Bahkan ketika saya berbicara kepadanya sebelum saya datang ke sini, saya berkata: "Apakah saya bisa mencoba mendapatkan tiket untuk Anda? Anda harus ada di sana." Dan beliau berkata tidak — ada beberapa hambatan logistis bagi beliau untuk bepergian. Jadi beliau tidak pernah pergi ke turnamen bersama anak-anaknya. Seluruh dunia menyaksikan mereka bermain, tetapi beliau duduk di rumah dan menonton. Tetapi satu hal yang baik adalah ketika Olimpiade Catur Chennai berlangsung, beliau bisa hadir dan tinggal di sana — berada di tempat yang sama ketika keduanya bermain. Saya ingat itu adalah perasaan yang luar biasa bagi beliau.


GM Ramesh: Dan hal lain yang harus saya katakan adalah banyak orang tua belakangan ini — mungkin sejak pasca-Covid — entah kata yang tepat adalah "mencampuri" karena mereka peduli dengan pertumbuhan anak-anak mereka, tetapi mereka memberikan banyak saran, mereka membuat beberapa keputusan besar sendiri, dan banyak kali itu menyakiti jalur karier pemain. Tetapi dengan orang tua Pragg — baik ketika mereka sedang berprestasi baik maupun tidak — mereka tidak pernah panik berlebihan dan mereka mempercayai prosesnya. Dan entah bagaimana mereka mempercayai saya. Saya sangat bersyukur atas itu.

Seperti ketika Pragg tidak bisa memenangkan kandidat terakhir kali, saya sangat sedih dan saya menawarkan: "Mungkin sudah waktunya bagi dia untuk pindah ke pelatih lain yang berbeda atau lebih baik, karena mungkin saya tidak bisa membantunya sebanyak yang dia pantas dapatkan." Tetapi ayahnya berkata: "Kami ingin Anda untuk terus." Kepercayaan itu sungguh membuat saya sangat bersyukur. Dan ya, mereka berdua tidak pernah mencampuri keputusan-keputusan besar. Mereka tidak pernah memberitahu saya apa yang harus saya ajarkan atau bagaimana cara mengajar mereka. Tetapi saya melihat banyak orang tua yang melakukan ini.


Pewawancara: Ini sebenarnya — ini sedikit catatan pinggir — kita berbicara tentang Vaishali dan Pragg dan keluarga mereka, tetapi catatan pinggir tentang segitiga semacam ini yang ada dalam dunia catur untuk setiap pemain yang berkembang: yaitu pelatih, pemain, dan orang tua. Dan saya melihat ini sebagai segitiga yang sangat penting.

GM Ramesh: Ya.

Pewawancara: Untuk mendapatkannya dengan benar. Dan bagaimana Anda melihatnya karena masing-masing harus memainkan perannya?

GM Ramesh: Lebih dari sekadar siapa yang benar dan siapa yang salah — yang penting adalah setiap orang harus memainkan perannya dengan baik. Mungkin kata yang tepat adalah dengan jujur. Maka dari pada berbicara tentang benar dan salah, saya katakan setiap orang harus memainkan perannya dengan benar dan kemudian mundur selangkah. Bagian mundur itulah yang sulit.

Dari sisi pemain, pada akhirnya semuanya akan kembali kepada anak tersebut. Karena jika sang anak tidak memainkan perannya dengan benar, maka apa pun yang disediakan orang tua dan pelatih — jika mereka melakukan yang terbaik — itu tetap tidak akan cukup. Jadi pada akhirnya semua kembali ke pemain.

Setelah itu, yang biasanya terjadi adalah: kebanyakan orang tua melihat — katakanlah Vaishali menang — maka banyak orang tua akan berkata: "Oh, anak saya juga harus menang". Dan mereka akan mengambil risiko besar — mungkin mengambil pinjaman, atau berhenti dari pekerjaan, atau pindah kota — keputusan-keputusan besar semacam ini mereka ambil. Dan dalam banyak kasus, anak tersebut tidak sepasionnya atau tidak siap untuk melakukan apa yang telah Vaishali lakukan.

Vaishali ada di sini bukan karena orang tua atau pelatih memainkan peran pendukung saja — dia benar-benar telah bekerja keras dan berkorban banyak dalam hidupnya untuk bisa berada di sini. Jenis komitmen dan pengorbanan seperti ini tidak bisa kita harapkan dari banyak orang. Tetapi orang tua akan mengharapkan anaknya untuk berprestasi baik — mereka pikir anak mereka begitu bagus sehingga mereka juga bisa melakukannya. Mereka memberikan dukungan penuh dan sering kali bahkan melebihi kemampuan mereka, dan kemudian itu menjadi tekanan.

Pewawancara: Ya. Dan ketika anak tidak mampu membalasnya, kemudian itu menjadi tekanan dan mereka akan mulai mencampuri urusan pelatih. Mungkin Anda harus mengubah pembukaan — alih-alih pembukaan ini, mungkin anak saya harus diajarkan pembukaan lain — dan seterusnya. Ini sudah menjadi sangat umum.

GM Ramesh: Dan ya, di situlah semua hal mulai berjalan salah.


Pewawancara: Ini pasti layak mendapat video dan diskusi tersendiri sepenuhnya. Tetapi kembali ke Vaishali — apakah ada anekdot atau episode yang Anda ingat yang bisa dibagikan untuk menunjukkan karakternya?

GM Ramesh: Banyak hal. Saya ingat beberapa tahun yang lalu — mungkin dua tahun lalu — ada seseorang yang memiliki informasi tertentu yang akan sangat berguna bagi Vaishali. Ketika orang tersebut menawarkan untuk memberikan informasi itu, Vaishali langsung berkata tidak.

Dia berkata: "Saya tidak boleh mendapatkan informasi ini dari Anda."

Saya sangat bangga. Karena dia bisa saja bersikap egois dan langsung menerima informasi itu. Tetapi dia berkata tidak — dia tidak seharusnya mendapat informasi itu dengan cara seperti itu. Jadi dia adalah seseorang yang sangat beretika, luar biasa beretika. Dan saya sangat bangga akan hal itu.

Pewawancara: Ini sangat sulit untuk ditanamkan. Ya, itu adalah sesuatu yang Anda lihat dari lingkungan sekitar Anda — mungkin jika orang-orang di sekitar Anda seperti itu. Orang-orang ingin memanfaatkan situasi jika itu menguntungkan mereka, dan jika mereka harus melakukan beberapa hal dengan cara yang tidak semestinya, mereka tidak keberatan melakukannya. Itulah yang kita lihat di mana-mana.

GM Ramesh: Tetapi dengan Vaishali dan Pragg — mereka sangat bersahaja. Seperti berbicara dengan anak tetangga biasa — Anda tidak menyadari betapa berbakat mereka. Itu tidak sampai ke kepala mereka. Saya telah melihat begitu banyak orang di mana kesuksesan naik ke kepala mereka dan mereka mulai bertingkah laku seperti... saya tidak ingin menggunakan kata yang salah. Tetapi dengan mereka — mereka selalu sangat rendah hati dan membumi. Itu adalah kualitas yang sangat saya sukai dari mereka.


Pewawancara: Dalam Candidates ini secara keseluruhan, apakah Anda menikmati permainan Vaishali? Permainan mana yang paling berkesan menurut Anda? Dan mungkin satu hal yang Pragg bicarakan adalah kemampuan Vaishali untuk bertahan dalam posisi inferior yang sangat baik.

GM Ramesh: Ya. Sebelumnya, ketika dia mendapat masalah dalam posisi pasif, dia akan membuat kesalahan dan kalah lebih sering. Tapi meski dia menang di sini, saya masih merasa dia bisa bermain jauh lebih baik. Dia mungkin baru di 60, 65, atau 70 persen dari potensinya.

Dia mampu menganalisis jalur-jalur yang menakjubkan, tetapi dia juga bisa membuat kesalahan sederhana seperti 1+1=4. Jadi kedua ekstrem itu mungkin terjadi. Ada seperti dua Vaishali dalam dirinya, dan dia harus belajar untuk menutupi kualitas-kualitas buruk dalam dirinya dengan lebih baik. Saya pikir dia masih bisa melakukannya jauh lebih baik.

Saya suka cara dia bermain melawan Gorachtchkina — game dengan sistem London itu. Dia memainkan semua gerakan positional yang indah. Saya sangat terkesan dengan permainan itu. Tetapi bahkan dalam permainan itu, kecenderungan untuk bermain pasif masih ada. Tetapi dia melakukannya untuk alasan yang tepat. Jadi kapan pun dia bermain secara positional, dia harus memainkan gerakan-gerakan yang terlihat pasif itu untuk alasan yang tepat — Gajah ke E8, Gajah ke D8, semua gerakan itu, kemudian Benteng ke D7, Gajah ke C7, pertukaran, dan membawa Benteng kembali. Dia melakukan semua itu dengan sangat baik. Itu adalah pure positional class dan dia harus menampilkannya lebih sering.

Pewawancara: Ya, kita semua mengenalnya karena permainan serangnya — dia benar-benar menyerang dengan sangat baik.

GM Ramesh: Ya. Dan kemudian menjadi emosional dan mengorbankan buah catur — kadang-kadang ketika itu tidak diperlukan. Kontrol emosional ini...


Pewawancara: Tetapi kehadiran Pragg di sini sangat membantu, saya pikir. Itu adalah langkah yang sangat cerdas secara keseluruhan. Itu adalah ide yang tidak mudah untuk datang, dan saya pikir Anda dan mungkin Arti yang menggagas ide ini dan itu berhasil.

GM Ramesh: Ya, karena Arti juga mengenal Vaishali dengan sangat baik. Mereka memiliki percakapan-percakapan tersendiri di mana kami tidak diizinkan masuk (tertawa) — di mana Vaishali menceritakan masalah-masalahnya kepada Arti, dan kemudian Arti akan bertanya: "Oke, bagaimana kita menangani situasi ini?" Dan kita mencoba menemukan solusi.

Tetapi saya sudah menyampaikan ini — mungkin bahkan berbulan-bulan sebelumnya — bahwa kamu harus membawa Pragg bersamamu. Dan Pragg bertanya: "Apa yang akan saya lakukan, Sir? Apa peran saya?" Saya berkata: "Jadilah dirimu sendiri."

Karena dengan dia di sekitar sana, sulit untuk bersedih. Dia akan membuat segalanya menjadi situasi yang cerah. Dan ya, kebanyakan keputusan ini — cara saya melihatnya adalah kita harus mengambil keputusan, dan ketika mengambil keputusan kita tidak yakin apakah itu keputusan yang tepat atau tidak. Hanya dalam retrospeksi kita bisa melihat bagaimana hasilnya, dan jika berhasil baik, kita bisa berkata yang saya lakukan benar. Tetapi ketika kita mengambil keputusan, kita tidak benar-benar yakin.

Pewawancara: Benar. Itu juga mungkin bisa berbalik — dia mungkin menginginkan empati dan Pragg malah bercanda tentangnya. Bisa saja berjalan ke arah lain.

GM Ramesh: Ya, bisa saja. Tetapi mereka berdua sangat menyukai satu sama lain. Mereka sangat mengenal satu sama lain. Jadi saya berharap dia tidak akan tersinggung dengan pendekatan santai atau penuh keceriaan Pragg terhadap segalanya.

Dan juga untuk Pragg, ini penting karena dia semakin mendekati rating 2630 dan pembukaan bukan keahlian terkuatnya, seperti yang dia sendiri sebutkan. Jadi pengalaman semacam ini juga membantunya berkembang.

Ya, saya juga mengatakan kepada Pragg: ketika Vaishali bermain, kamu harus mengamati bagaimana para pemain di seksi terbuka mendekati pilihan pembukaan, bagaimana mereka memutuskan pembukaan, bagaimana mereka mempersiapkan diri, bagaimana mereka fokus, bagaimana mereka mengelola waktu. Cobalah untuk mengamati dan belajar sebanyak mungkin. Sangat baik untuk melihat para pemain terbaik dunia bertarung dan kamu ada di sana secara langsung untuk belajar dari mereka.


Pewawancara: Luar biasa. Dan sekarang datang ke pertandingan kejuaraan dunia — salah satu hal yang Vaishali sebutkan dua atau tiga kali adalah bahwa dia sangat antusias untuk bermain di dalam glass cubicle itu.

GM Ramesh: Oh ya! Tentu saja untuk kejuaraan dunia dia sangat antusias. Saya tidak pernah memikirkan kejuaraan dunia dari perspektif itu.

Pewawancara: Ya, dia berkata: "Sejak kecil saya selalu melihat orang bermain di dalam kotak kaca itu, dan sekarang saya yang akan bermain." Dia sangat antusias tentang hal itu.

GM Ramesh: Tetapi Ju Wenjun adalah seorang juara yang sangat berpengalaman dan sudah lima kali juara dunia. Lima kali! Dan dia sudah menghadapi hampir semua orang — dia menghadapi Lei Tingjie, Tan Zhongyi, Gorachtchkina, dan dia telah mengalahkan masing-masing dari mereka. Jadi ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah. Maksud saya, ini akan sangat berat.

Pewawancara: Seharusnya memang tidak mudah, bukan? Jika mudah, tidak ada keseruan bagi penonton, dan tidak ada keseruan bagi pemain itu sendiri. Jika ada favorit yang jelas, maka itu harus menjadi pertarungan yang baik.

GM Ramesh: Lima kali juara dunia berarti dia memiliki banyak pengalaman dan dia tahu bagaimana mendekati sebuah pertandingan. Bagi kami, kami seperti pemula dalam arti itu — kami harus menemukan cara kami sendiri tentang bagaimana mendekatinya. Tetapi itu juga merupakan bagian yang menyenangkan — tantangan baru.

Ya, kami akan menghadapinya. Saya ingat saat kami berjalan-jalan sebentar dan saya bercerita bahwa saya membaca suatu tempat tentang Maya Chiburdanidze — bahwa dia berhasil memenangkan Candidates sebagai unggulan terakhir (last seed) dan kemudian pergi untuk memenangkan kejuaraan dunia. Jadi saya bercerita ini kepada Vaishali dan dia berkata: "Ya, saya juga membacanya. Semoga itu akan terjadi."

Pewawancara: Dan dia kemudian mengalahkan Nona Gaprindashvili yang telah menjadi juara dunia selama bertahun-tahun. Ya.

GM Ramesh: Jadi selalu ada waktu untuk perubahan.


Pewawancara: Dan ini sungguh perjalanan yang luar biasa — dari pertemuan dengan seorang gadis muda yang saat itu mungkin berrating 1970, yang sekarang akan bermain untuk gelar tertinggi. Apakah Anda terkadang merasa seperti ini adalah mimpi yang sedang terwujud?

GM Ramesh: Tidak. Cara saya melihatnya adalah: entah bagaimana, kami bertiga percaya bahwa mereka berdua akan menjadi juara dunia. Bahwa Vaishali akan menjadi juara dunia wanita dan Pragg akan menjadi juara dunia pria. Kami tidak pernah meragukan hal itu.

Pewawancara: Bertiga — siapa saja?

GM Ramesh: Saya sendiri, Pragg, dan Vaishali. Kami bertiga percaya. Oke. Bahwa mereka berdua akan menjadi juara dunia. Kami tidak pernah berpikir: "Apakah itu mungkin? Bisakah kita melakukannya? Haruskah kita mencoba?" — Entah bagaimana, seperti orang buta yang berjalan, kami hanya percaya. Maksud saya, bukan sekadar percaya — kami hanya tahu bahwa itu akan terjadi. Mungkin kami orang bodoh untuk berpikir seperti itu, tetapi itulah yang membuat perjalanan ini indah.


Pewawancara: Ya, itu brilian. Dan saya pikir perjalanan berlanjut dan masih ada tantangan, jadi itu juga mengasyikkan bagi Anda sebagai pelatih yang telah mencapai begitu banyak hal.

GM Ramesh: Sesuatu yang saya sendiri sedang coba pelajari dan itulah yang tepat saya coba ajarkan kepada anak-anak ini: tidak ada yang mudah, tidak ada yang boleh dianggap remeh, dan untuk tidak ada hal pun mereka akan mendapat jaminan bahwa ini akan terjadi atau ini pasti akan terjadi hanya karena saya menginginkannya. Tidak. Anda harus mendapatkan setiap milimeter dari perjalanan itu.

Anda harus layak atas apa yang Anda impikan, apa yang Anda inginkan. Anda harus pertama-tama layak menerimanya, dan itu harus dicapai dengan banyak pengorbanan dan banyak momen sulit. Dan semua momen sulit itulah yang — bahkan Pragg mengalami waktu yang sangat berat di sini, tetapi dengan cara tertentu saya senang itu terjadi padanya. Karena jika dia berhasil memahami apa yang sedang terjadi padanya, mengapa itu terjadi, apa hal-hal yang harus dia ubah dalam dirinya, dan jika dia akhirnya mampu membuat perubahan-perubahan itu — saya pikir pengalaman-pengalaman ini akan sangat berguna. Inilah yang akan membentuknya.


Pewawancara: Sampai titik mana seorang pemain bisa mempertahankan sikap belajar dan berkembang ini? Pada titik tertentu mereka menjadi lelah dan berkata: "Sudah cukup, saya tidak bisa lagi." Apakah ada keseimbangan untuk itu?

GM Ramesh: Ya, itu bisa menyebabkan banyak frustrasi. Kamu menginginkan sesuatu, kamu mengerahkan banyak usaha, kamu sangat yakin akan mendapatkannya, dan kemudian hal-hal buruk terjadi. Kamu tidak menyerah, kamu mendorong diri kembali, dan kemudian ada hasil buruk lagi. Ketika ini terjadi dari waktu ke waktu, biasanya orang secara perlahan-lahan, secara bertahap kehilangan motivasi. Dan kemudian mereka akan berkata: "Haruskah saya melalui siklus ini sekali lagi?" Mereka akan mulai meragukan diri sendiri, dan kemudian itu menjadi sangat sulit. Dan seiring bertambahnya usia, ini pasti akan terjadi pada semua orang.

Tetapi mereka masih muda, dan mereka seharusnya tidak khawatir tentang hal-hal ini. Mereka harus selalu percaya: "Saya bisa menjadi yang terbaik." Dan itu tidak akan mudah karena semua pemain puncak ini tidak ingin menjadikan kamu pemain yang hebat — mereka ingin mengalahkan kamu dan menjadi pemain hebat itu sendiri. Dan tantangan keras dari orang lain, jika kita menghadapinya dengan cara yang benar, akan membentuk kita menuju jalan yang benar.


Pewawancara: Luar biasa. Ramesh, terima kasih seperti selalu atas wawasan-wawasan yang luar biasa dan atas perjalanan yang indah ini yang sedang kita saksikan — berkat begitu banyak upaya yang tidak terucap dan tidak terlihat yang telah Anda curahkan. Terima kasih atas semua itu.

GM Ramesh: Terima kasih, Sagar.


CERITA MACAM FILM INDIA - SEBUAH PERJALANAN YANG MENGGETARKAN JIWA

Bayangkan sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah perjumpaan sederhana di sebuah hotel di Chennai, India, pada tahun 2014. Dua bocah berbakat dari keluarga sederhana, naik motor butut sang ayah yang memiliki keterbatasan fisik, menempuh perjalanan satu setengah jam setiap hari untuk berlatih catur. Kini, satu dekade kemudian, nama Vaishali Rameshbabu bergema di seluruh dunia sebagai pemenang FIDE Women's Candidates Tournament 2025 di Siprus (Cyprus) — dan berhak menantang juara dunia lima kali, Ju Wenjun, dalam pertandingan perebutan Mahkota Catur Wanita Dunia!

Di balik pencapaian luar biasa ini, terdapat sosok yang bekerja dalam senyap namun penuh dedikasi: Grandmaster Ramesh RB, pelatih yang telah membentuk, mengasah, dan menemani perjalanan Vaishali serta adiknya, GM Praggnanandhaa R, hingga ke puncak dunia catur.

PELAJARAN EMAS DAN HAL-HAL MENARIK DARI KATA-KATA GM RAMESH


🏆 PELAJARAN 1: PASSION ADALAH PONDASI, BUKAN PILIHAN

GM Ramesh dengan tegas menyatakan bahwa hal pertama dan terpenting untuk sukses di bidang apa pun adalah gairah (passion) — bukan ambisi, bukan uang, bukan ketenaran.

"Bukan ambisi yang utama... yang utama adalah aktivitas itu harus membuat Anda bahagia saat melakukannya."

Renungkanlah ini: Betapa sering kita melihat orang tua yang mendorong anak-anak mereka bermain catur bukan karena anak itu mencintainya, melainkan karena melihat kesuksesan Pragg atau Vaishali? Passion sejati tidak bisa dipaksakan. Ia tumbuh dari dalam, dari kesenangan yang tulus, dari keingintahuan yang membakar.

Pelajaran praktis: Sebelum Anda menginvestasikan waktu, energi, dan uang dalam catur — atau bidang apa pun — tanyakan pada diri sendiri atau anak Anda: "Apakah kita benar-benar mencintai ini?" Jika jawabannya ya, maka sepuluh jam sehari akan terasa seperti bermain. Jika tidak, bahkan satu jam pun akan terasa seperti siksaan.


🏆 PELAJARAN 2: ETOS KERJA ADALAH SAUDARA KANDUNG PASSION

GM Ramesh menggambarkan bagaimana Vaishali dan Pragg, bahkan sebelum datang ke Chess Gurukul, sudah memiliki etos kerja yang luar biasa yang telah ditanamkan oleh pelatih pertama mereka, Thiagarajan. Jika Anda bilang harus bekerja sepuluh jam sehari, mereka akan berkata "Oke" — dan langsung mencari cara untuk menemukan sepuluh jam itu.

Ini bukan bakat — ini adalah kebiasaan yang dipilih setiap hari.

Pelajaran praktis: Tidak ada jalan pintas. Jam-jam yang ditumpahkan di atas papan catur, analisis posisi demi posisi, teori pembukaan, studi akhiran — semua itu adalah harga yang harus dibayar. Pemain-pemain besar tidak lebih berbakat dari Anda. Mereka hanya bekerja lebih keras dan lebih konsisten.


🏆 PELAJARAN 3: PERAN PELATIH PERTAMA SERING DILUPAKAN SEJARAH

Salah satu momen paling menyentuh dalam wawancara ini adalah ketika GM Ramesh — seorang grandmaster ternama — dengan penuh kerendahan hati mengakui dan memuji Thiagarajan, pelatih pertama Vaishali dan Pragg.

"Beliau seharusnya mendapatkan lebih banyak perhatian, visibilitas, atau pengakuan dari apa yang telah beliau dapatkan. Tanpa kontribusinya, saya rasa kita tidak akan duduk di sini melakukan wawancara ini."

Ini adalah pelajaran tentang kerendahan hati dan rasa terima kasih yang sejati. Seorang pelatih besar tidak mengklaim semua keberhasilan untuk dirinya sendiri. Dia mengakui bahwa setiap bangunan megah berdiri di atas fondasi yang diletakkan oleh orang-orang yang sering tidak mendapat sorotan.

Pelajaran untuk para pelatih: Akui dan hargai kontribusi mereka yang datang sebelum Anda. Keberhasilan murid Anda adalah buah dari pohon yang ditanam bersama-sama.

Pelajaran untuk para pemain: Jangan lupakan orang yang menanamkan cinta catur pertama kali dalam diri Anda. Mereka adalah akar dari pohon kesuksesan Anda.


🏆 PELAJARAN 4: SEGITIGA SUCI — PELATIH, PEMAIN, DAN ORANG TUA

GM Ramesh memperkenalkan konsep yang sangat penting dalam pengembangan pemain muda: segitiga pelatih-pemain-orang tua. Dan pesan utamanya sungguh mengena:

"Lebih dari sekadar siapa yang benar dan siapa yang salah — yang penting adalah setiap orang harus memainkan perannya dengan benar, dan kemudian mundur selangkah. Bagian mundur itulah yang sulit."

Fenomena yang sering terjadi dan merusak karier:

  • Orang tua melihat kesuksesan Vaishali → langsung berpikir anak mereka bisa melakukan hal yang sama → mengambil keputusan besar seperti pinjaman uang, berhenti kerja, pindah kota → memberikan tekanan berlebihan kepada anak → karier hancur sebelum berkembang.
  • Orang tua mulai menentukan strategi pembukaan kepada pelatih → kepercayaan rusak → pelatih tidak bisa bekerja optimal.

Resep yang benar: Orang tua menyediakan dukungan emosional dan logistik. Pelatih menyediakan bimbingan teknis dan strategi. Pemain menyediakan kerja keras dan dedikasi. Masing-masing tahu batas perannya dan menghormatinya.


🏆 PELAJARAN 5: BELAJAR BERSEDIH TANPA KEHILANGAN KEPERCAYAAN DIRI

Ini adalah salah satu mutiara kebijaksanaan terbesar dalam seluruh wawancara — sebuah kutipan dari Viswanathan Anand yang disampaikan ulang oleh GM Ramesh:

"Kita harus belajar menghadapi kekalahan. Kamu boleh bersedih, tetapi jangan sampai kehilangan kepercayaan diri. Jadi kita harus belajar untuk bersedih tanpa kehilangan kepercayaan diri."

Ini berlaku tidak hanya dalam catur, tetapi dalam semua aspek kehidupan. Kekalahan adalah guru yang paling jujur. Dia menunjukkan dengan tepat di mana kelemahan kita. Tetapi jika kekalahan juga merampas kepercayaan diri kita, maka kita kehilangan dua hal sekaligus — permainan dan keberanian untuk kembali bertarung.

Pelajaran praktis: Setelah kalah, berikanlah diri Anda waktu untuk bersedih — itu manusiawi dan perlu. Tetapi batasi waktu itu. Kemudian bangkit, duduk di depan papan analisis, dan jadikan kekalahan itu sebagai bahan bakar untuk perbaikan.


🏆 PELAJARAN 6: KEPERCAYAAN SEBAGAI PILAR HUBUNGAN PELATIH-MURID

Salah satu momen paling mengharukan dalam wawancara ini adalah ketika GM Ramesh menceritakan bagaimana setelah Pragg gagal memenangkan Candidates, dia sendiri yang menawarkan untuk mengundurkan diri sebagai pelatih — dan ayah Pragg menolak.

"Saya menawarkan: mungkin sudah waktunya bagi dia untuk pindah ke pelatih lain. Tetapi ayahnya berkata: 'Kami ingin Anda untuk terus.' Kepercayaan itu sungguh membuat saya sangat bersyukur."

Kepercayaan adalah fondasi dari semua hubungan yang produktif. Tanpa kepercayaan, tidak ada proses pembelajaran yang bisa berjalan dengan baik. Orang tua yang terus-menerus mempertanyakan metode pelatih, atau pelatih yang tidak jujur tentang perkembangan muridnya — semua ini akan menghancurkan kepercayaan dan pada akhirnya menghancurkan karier pemain.


🏆 PELAJARAN 7: ETIKA DI ATAS KEMENANGAN

Kisah tentang Vaishali yang menolak menerima informasi yang tidak seharusnya dia dapatkan — meskipun informasi itu akan sangat menguntungkannya — adalah pelajaran tentang integritas yang sangat jarang ditemukan, terutama di era kompetisi yang semakin intens.

"Dia bisa saja bersikap egois dan langsung menerima informasi itu. Tetapi dia berkata: 'Saya tidak boleh mendapatkan informasi ini dari Anda.' Jadi dia adalah seseorang yang sangat beretika, luar biasa beretika."

Pesan yang kuat: Kemenangan yang diraih dengan cara yang tidak jujur bukanlah kemenangan — itu adalah kekalahan yang tertunda. Kejuaraan sejati bukan hanya tentang trofi yang dibawa pulang, tetapi tentang cara Anda memenangkannya.


🏆 PELAJARAN 8: PERCAYA PADA PROSES, BUKAN HANYA PADA HASIL

Mungkin pelajaran paling profound dalam seluruh wawancara ini adalah keyakinan yang diungkapkan GM Ramesh tentang bagaimana mereka memandang perjalanan menuju puncak:

"Kami bertiga percaya bahwa mereka berdua akan menjadi juara dunia. Kami tidak pernah berpikir apakah itu mungkin. Seperti orang buta yang berjalan, kami hanya percaya — bahkan bukan sekadar percaya — kami hanya tahu bahwa itu akan terjadi."

Keyakinan tanpa keraguan ini bukan naivitas — ini adalah visi yang kuat. Setiap pencapaian besar dalam sejarah manusia dimulai dengan seseorang yang percaya ketika orang lain tidak. Thomas Edison percaya pada lampu listrik. Wright bersaudara percaya pada penerbangan. Dan GM Ramesh, Vaishali, serta Pragg — mereka percaya pada mimpi mereka.


🏆 PELAJARAN 9: TIDAK ADA YANG GRATIS — SETIAP MILIMETER HARUS DIPEROLEH

Penutup wawancara berisi kata-kata yang sangat kuat dari GM Ramesh:

"Tidak ada yang mudah, tidak ada yang boleh dianggap remeh. Anda harus mendapatkan setiap milimeter dari perjalanan itu. Anda harus layak atas apa yang Anda impikan."

Dan yang menambah kedalaman kata-kata ini: dia juga menyebutkan betapa dia bahagia melihat Pragg mengalami masa sulit, karena kesulitan yang dihadapi dengan benar akan membentuk karakter.

"Semua momen sulit itulah yang akan membentuknya."


🏆 PELAJARAN 10: TANTANGAN DARI LAWAN ADALAH GURU TERBAIK

Menutup wawancara dengan elegan, GM Ramesh memberikan perspektif yang membalik cara kita memandang kompetisi:

"Semua pemain puncak ini tidak ingin menjadikan kamu pemain yang hebat — mereka ingin mengalahkan kamu. Dan tantangan keras dari orang lain, jika kita menghadapinya dengan cara yang benar, akan membentuk kita menuju jalan yang benar."

Setiap lawan yang mengalahkan kita adalah guru yang tidak kita bayar. Mereka menunjukkan kepada kita persis di mana kita lemah. Gunakan setiap kekalahan sebagai peta jalan menuju versi diri Anda yang lebih baik.


BAGIAN III: KOMENTAR INSPIRATIF — UNTUK PARA PEMBACA YANG BERMIMPI BESAR


💫 UNTUK PARA PEMAIN MUDA

Kamu membaca kisah Vaishali dan mungkin berpikir: "Dia memang berbakat luar biasa, saya tidak bisa seperti itu."

Tapi tunggu dulu.

Vaishali Rameshbabu bukan lahir sebagai juara dunia. Dia lahir sebagai anak dari seorang ayah dengan keterbatasan fisik yang mengantar kedua anaknya naik motor sejauh satu setengah jam setiap hari. Dia adalah seorang gadis yang makan sarapan, makan siang, dan makan malam di sekolah catur karena terlalu jauh untuk pulang ke rumah. Dia adalah seorang remaja yang pernah memiliki pikiran untuk berhenti bermain catur setelah rentetan kekalahan yang menyakitkan.

Tetapi dia tidak berhenti.

Dan hari ini, dunia menyebutnya Calon Juara Dunia Catur Wanita 2025.

Jika kamu memiliki papan catur, jika kamu memiliki kecintaan pada permainan ini, dan jika kamu bersedia bekerja keras — maka kamu sudah memiliki semua yang dibutuhkan untuk memulai perjalanan yang luar biasa.


💫 UNTUK PARA PELATIH

GM Ramesh adalah contoh nyata bahwa pelatih terbaik bukan hanya mengajarkan teknik catur — dia mengajarkan karakter, etos kerja, etika, dan ketangguhan mental.

Anda tidak hanya membentuk pemain catur. Anda sedang membentuk manusia.

Setiap anak yang datang kepada Anda membawa impian yang mungkin belum mereka bisa ungkapkan dengan kata-kata. Tugas Anda bukan hanya mengajarkan mereka bagaimana kuda melompat dalam pola L. Tugas Anda adalah membantu mereka menemukan dan mempercayai potensi terbesar dalam diri mereka.

Ingatlah Thiagarajan — seorang pelatih yang mungkin tidak terkenal di mata dunia, tetapi telah menanamkan benih yang tumbuh menjadi pohon yang kini memberikan buah bagi seluruh catur India dan dunia.

Warisan terbesar seorang pelatih bukan medali yang dia menangkan, tetapi jiwa-jiwa yang dia nyalakan.


💫 UNTUK PARA ORANG TUA

GM Ramesh memberikan pesan yang sangat jelas: percayalah pada proses, percayalah pada pelatih, dan berikan anak Anda ruang untuk tumbuh.

Orang tua Pragg dan Vaishali tidak menentukan strategi pembukaan. Mereka tidak memaksakan perubahan pelatih ketika hasil tidak sesuai harapan. Mereka tidak mengambil utang atau meninggalkan pekerjaan hanya karena terbawa emosi sesaat. Mereka melakukan hal yang jauh lebih sulit: mereka percaya dan bersabar.

Dan sang ayah yang tidak pernah bisa pergi ke satu pun turnamen internasional anak-anaknya karena keterbatasan fisiknya — namun seluruh dunia kini berbicara tentang anak-anaknya. Pengorbanan yang tidak terlihat sering kali adalah yang paling berdampak.

Dukungan terbaik yang bisa Anda berikan kepada anak Anda bukanlah tiket pesawat ke turnamen dunia, melainkan kepercayaan bahwa dia mampu menemukan jalannya sendiri.


💫 UNTUK SIAPA PUN YANG SEDANG BERJUANG

Apakah Anda saat ini sedang dalam masa sulit? Apakah Anda baru saja mengalami kekalahan — dalam catur, dalam karier, dalam kehidupan?

Dengarkan kata-kata Anand yang dikutip oleh Ramesh:

"Kamu boleh bersedih. Tetapi jangan kehilangan kepercayaan dirimu."

Bersedih itu bukan kelemahan. Itu tanda bahwa Anda peduli, bahwa Anda menginginkan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Tetapi biarkan kesedihan itu menjadi bahan bakar, bukan penjara.

Vaishali pernah ingin berhenti bermain catur. Hari ini dia berdiri di ambang pintu kejuaraan dunia.

Perjalananmu belum selesai. Justru mungkin, babak terbaik belum dimulai.


PENUTUP: KETIKA IMPIAN BERTEMU DENGAN KERJA KERAS

Ada sebuah ungkapan yang sering didengar tetapi jarang sungguh-sungguh dipahami: "Impian tanpa kerja keras adalah lamunan. Kerja keras tanpa impian adalah penyiksaan."

Kisah Vaishali Rameshbabu — dan kisah GM Ramesh, Thiagarajan, sang ayah yang tidak pernah bisa hadir di turnamen, sang ibu yang memasak tiga kali sehari sebelum berangkat pagi, Raman Raja yang menjawab telepon tengah malam untuk mengurusi tiket pesawat — adalah kisah tentang apa yang terjadi ketika impian yang besar bertemu dengan kerja keras yang nyata.

Ini bukan kisah tentang bakat yang jatuh dari langit.

Ini adalah kisah tentang pilihan yang dibuat setiap hari — pilihan untuk datang lebih pagi, pilihan untuk bermain satu partai blitz lagi, pilihan untuk tidak menerima informasi yang tidak seharusnya diterima, pilihan untuk tidak menyerah ketika segalanya terasa gelap.

Dan inilah yang membuat kisah ini begitu indah dan begitu layak untuk diceritakan kepada dunia.

Kepada Vaishali Rameshbabu: seluruh dunia catur menantimu di hadapan kotak kaca itu. Mainlah dengan seluruh jiwa yang telah dibentuk oleh perjalanan panjang ini. Kami sudah tahu kamu siap.

Kepada GM Ramesh: terima kasih telah tidak hanya mengajarkan catur, tetapi mengajarkan bahwa di balik setiap langkah di atas papan, ada pilihan moral, ada karakter, dan ada jiwa seorang manusia yang sedang berkembang.

Dan kepada semua pembaca: jadilah seperti mereka — percaya, bekerja, dan jangan pernah berhenti. Karena perjalanan menuju puncak tidak dimulai dari langkah yang besar. Ia dimulai dari langkah pertama yang sederhana: duduk di depan papan catur, dan mulai bermain.


"Tidak ada yang mudah dan tidak ada yang boleh dianggap remeh. Anda harus mendapatkan setiap milimeter dari perjalanan itu." — GM Ramesh RB, Arsitek Sang Juara


Selamat pagi, Gens Una Sumus.

HeDar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KLIK Postingan Lama untuk melihat postingan artikel catur sebelumnya, dan KLIK Postingan Lebih Baru untuk melihat artikel catur yang lebih baru, KLIK Beranda untuk ke Halaman Depan!

POSTINGAN MENARIK DALAM POSTINGAN LAMA

Mencari arsip catur...