SEJARAH CATUR SURABAYA, Akhir Abad Ke-19 Sampai Awal Abad Ke-20 (Jaman Pra Percasi)
Cerita dan penjelasan mengenai kejadian catur di Surabaya pada jaman Hindia Belanda.
Cerita Tentang Klub Catur: Soerabajasche Schaakclub (S.S.C.)
Kehidupan catur kala itu terpusat di Soerabajasche Schaakclub (S.S.C.), yang memiliki sejarah panjang dan dianggap sebagai salah satu klub catur terbesar di Hindia Belanda kala itu.
•Pendirian: S.S.C. berawal dari pertemuan mingguan 3 orang sahabat orang Belanda di Surabaya yang memiliki kemampuan bermain catur setara: F. C. E. Bousquet, S. J. Veenstra, dan M. F. Onnen. Pertemuan ini dimulai pada Desember 1894, diadakan secara bergilir di rumah masing-masing pada setiap Sabtu malam.
•Mencari Lebih Banyak Pemain: Ketiga pendiri ini berinisiatif untuk mengetahui apakah ada lebih banyak pemain catur di Surabaya. Mereka berhasil mengundang sembilan pemain lain dalam sebuah acara simultan yang diberikan oleh Bousquet pada 17 Oktober 1896 di Sociëteit "Concordia" di Surabaya. Acara ini dianggap sebagai simultan catur pertama yang diadakan di Hindia Belanda.
•Pembentukan Resmi: Keberhasilan acara simultan mendorong pendirian resmi Soerabaiasche Schaakclub pada tahun 1896 dengan 11 orang anggota. Bousquet terpilih sebagai presiden pertama atau Ketua dan Zorn sebagai sekretaris-bendahara. Pertemuan awal diadakan di Sociëteit "Concordia" Surabaya, kemudian berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya kembali ke "Concordia" lagi. Saat ini, pertemuan juga diadakan di Simpang Restaurant Surabaya dan berpindah-pindah ke berbagai lokasi lainnya. Pada suatu masa, S.S.C. juga pernah berkumpul di atas Restoran Simpang dan kemudian di lantai atas Hotel Oranje Surabaya.
•Perkembangan Awal: Informasi mengenai perkembangan awal klub tidak terlalu detail. Namun, diketahui bahwa pada tahun 1898 dan 1899, klub ini memainkan 2 pertandingan telegrafis (semacam catur korespondensi) melawan Schaakclub "Batavia", dengan Surabaya memenangkan 1 ½ poin. S.S.C. juga memenangkan pertandingan telegrafis melawan Singapura.
•Upaya Menjadi Klub Terkemuka: Pada Pebruari 1915, pengurus S.S.C. yang saat itu terdiri dari P. Egas dan G. Verbeet, berupaya menjadikan klub catur ini sebagai yang paling berkembang di Hindia Belanda. Mereka mengadakan pertandingan internal, simultan oleh D. Bleykmans dan J. Safier, dan bekerja sama dengan pers Surabaya untuk mempublikasikan kegiatan klub catur ini. Upaya ini berhasil, dan pada 18 November 1916, saat merayakan ulang tahun ke-20, S.S.C. telah memiliki anggota yang banyak, lebih dari 100 anggota, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih klub lain di Hindia Belanda. S.S.C. menjadi salah satu anggota pertama Nederlandsch-Indische Schaakbond (NISB) setelah pendiriannya.
•Masa Kejayaan dan Tantangan: Meskipun menghadapi tantangan berupa mutasi anggota karena perpindahan tugas, S.S.C. tetap menjadi klub catur yang kuat. Sosok seperti P. Egas menjabat sebagai presiden selama sekitar 15 tahun (kecuali saat cuti ke Eropa), dan G. Verbeet sebagai sekretaris-bendahara sejak tahun 1911, menunjukkan dedikasi yang luar biasa.
•Kedatangan Pemain Kuat: Kedatangan pemain catur kuat seperti D. Bleykmans di Surabaya memberikan kontribusi besar pada kualitas permainan di klub. Bleykmans dikenal karena bakat caturnya yang luar biasa.
•Pertandingan Penting:
◦Pertandingan Melawan Si Narsar (Natal 1915): S.S.C. mengundang Si Narsar, pemain Batak terkuat saat itu, untuk bermain beberapa pertandingan melawan juara klub, Bleykmans. Pertandingan ini diadakan selama liburan Natal dan dimenangkan oleh Bleykmans.
◦Pertandingan Telefonis Pertama dengan Batavia (10 Desember 1916): S.S.C. mengadakan pertandingan telefonis pertama dengan Batavia, yang menjadi cikal bakal kompetisi antar kota Surabaya-Semarang-Batavia yang dimulai pada tahun 1918 di bawah naungan NISB. Pertandingan telefonis ini biasanya diadakan pada Sabtu malam setelah pukul 10 malam dan berlangsung hingga dini hari karena keterbatasan jalur P.T.T..
◦Pertandingan Melawan Magelang: S.S.C. juga bermain dua pertandingan korespondensi melawan Magelang, yang saat itu dipimpin oleh dr. Drognat Doeve. Kedua pertandingan ini dimenangkan oleh Magelang.
◦Pertandingan Melawan "Aesculaap": S.S.C. sering bertanding melawan perkumpulan catur "Aesculaap" dari Surabaya. Pada kompetisi piala "Aesculaap" bulan September 1928, S.S.C. juga berpartisipasi.
◦Pertandingan Melawan Malang (Januari 1927): S.S.C. bermain imbang 12-12 dalam pertandingan melawan Malang, menunjukkan potensi daerah selain Surabaya (seperti Malang) juga tidak bisa dipandang enteng.
◦Pertandingan Melawan "Moeroeatoel Ichwan" (1927): S.S.C. juga berkompetisi melawan klub "Moeroeatoel Ichwan" dalam kompetisi piala yang diadakan oleh "Aesculaap".
◦Pertandingan Sensasional Melawan Pemain Gabungan Surabaya dan Midden-Java (20 Juni 1929): S.S.C. mengalami kekalahan mengejutkan 7-0 dari tim gabungan ini, yang menjadi perbincangan lama di kalangan anggota klub.
•Kunjungan Tokoh Catur Ternama:
◦Kunjungan Master Kostic (Agustus 1925): Kedatangan meester catur Yugoslavia, Borislav Kostić, merupakan peristiwa penting. Beliau memberikan simultan pada 23 Agustus 1925 di "Concordia" Surabaya melawan 39 pemain (dari 45 yang direncanakan). Keesokan harinya, 23 Agustus 1925, Kostić juga bermain catur buta yang disaksikan oleh anggota klub. Beliau juga bermain konsultasi melawan Oei Kang Ing dan Liem Tjoe Bo dan kalah.
◦Kunjungan Dr. Max Euwe (September 1930): Juara dunia catur di masa depan, Dr. Max Euwe, mengunjungi Surabaya pada 15-19 September 1930. Beliau memberikan simultan pada Sabtu malam, 16 September 1930, di aula H.B.S. melawan 45 pemain. Dr. Euwe juga memberikan ceramah menarik tentang analisis pemikiran catur pada malam 19 September 1930.
◦Kunjungan Alexander Alekhine (Maret 1933): Juara dunia catur saat itu, Alexander Alekhine, mengunjungi Surabaya sebanyak tiga kali pada bulan Maret 1933. Beliau memberikan simultan pertama pada 4 Maret 1933 di gedung Loge (Loji) Surabaya. Pertunjukan kedua diadakan di Gedung Loge lagi. Pertunjukan ketiga dan terakhir, sebagai "revanche" dengan 50 papan, diadakan di aula Sociëteit Simpang Surabaya pada 20 Maret 1933.
•Anggota Penting Lainnya: Selain tokoh-tokoh yang telah disebutkan, beberapa anggota penting S.S.C. lainnya adalah:
◦J. W. Ie Comte: Seorang anggota terkemuka di masa awal klub.
◦L. G. Eggink: Meskipun hanya sebentar menjadi anggota saat bertugas di Bangil, beliau memiliki kontribusi dalam dunia catur.
◦Ritman: Seorang pemain aktif yang juga memberikan simultan.
◦Oei Kang Ing dan Liem Tjoe Bo: Dua pemain lokal (etnis Tionghoa) yang kuat dan pernah menjadi anggota pengurus. Oei Kang Ing juga dikenal sebagai orang yang berpendidikan dan pernah menjadi pengurus. Liem Tjoe Bo menunjukkan bakat catur sejak muda.
◦Tan Tek Yang: Pelopor jurnalisme catur di media berbahasa Melayu.
◦Tan Hien Yan: Komposer problem catur yang diakui.
◦J. G. Baay: Seorang pemain kuat yang bergabung dengan S.S.C. dan memiliki banyak kesamaan dengan Bleykmans. Beliau juga memberikan simultan.
◦Dr. A. Deutman: Ketua S.S.C. yang menggantikan Onnen.
◦E. H. Brands: Anggota aktif yang terlibat dalam berbagai pertandingan.
◦Ir. Lemaire: Menjuarai kelas satu turnamen internal pada tahun 1929.
•Kegiatan Lain: S.S.C. secara rutin mengadakan turnamen internal ("huishoudelijke wedstrijden") dalam berbagai kelas. Klub ini juga memiliki tradisi memberikan penghargaan keanggotaan kehormatan kepada anggota yang berjasa, seperti J. W. Ie Comte dan M. F. Onnen. S.S.C. juga menerbitkan buku юбилей untuk memperingati hari jadinya.
Tokoh-Tokoh Catur di Surabaya:
•F. C. E. Bousquet, S. J. Veenstra, dan M. F. Onnen: Tiga serangkai pendiri Soerabajasche Schaakclub yang memulai pertemuan catur mingguan pada tahun 1894. Bousquet menjadi presiden pertama klub. Onnen menulis sejarah awal klub untuk ulang tahun ke-20 S.S.C..
•D. Bleykmans: Pemain catur bertalenta yang pindah ke Yogyakarta sekitar Juli 1922, namun sebelumnya sangat aktif dan berprestasi di Soerabajasche Schaakclub. Bleykmans dianggap sebagai pecatur terkuat Hindia Belanda kala itu, karena sering menjuarai turnamen catur kala itu.
•W. N. Dinger: Seorang yang tidak terlalu kuat dalam bermain catur, namun sangat berjasa sebagai wartawan catur yang berpengaruh. Beliau menjadi sekretaris Soerabaiasche Schaakclub dan memberikan kontribusi besar melalui tulisan-tulisannya. Rencananya, beliau akan memberikan ceramah tentang "Dua puluh tahun jurnalisme catur di Tropis" pada acara perayaan ulang tahun S.S.C..
•P. Egas: Presiden Soerabaiasche Schaakclub selama sekitar 15 tahun. Beliau memberikan pidato sambutan saat kunjungan Kostić.
•G. Verbeet: Sekretaris-bendahara Soerabaiasche Schaakclub sejak tahun 1911 dan memegang jabatan ini selama 20 tahun tanpa terputus, sebuah kejadian langka di dunia perkumpulan Hindia Belanda.
•Borislav Kostić, Dr. Max Euwe, Alexander Alekhine: Meister dunia yang mengunjungi dan memberikan simultan di Soerabajasche Schaakclub.
•Si Narsar: Pemain catur Batak terkuat yang diundang untuk bertanding di Surabaya.
•Oei Kang Ing dan Liem Tjoe Bo: Dua pemain lokal Surabaya yang menonjol.
•Tan Tek Yang dan Tan Hien Yan: Kontributor penting dalam jurnalisme dan komposisi problem catur.
•J. G. Baay: Pemain kuat yang memiliki kemiripan dengan Bleykmans.
Turnamen Catur di Surabaya:
•Turnamen Internal Soerabajasche Schaakclub ("Huishoudelijke Wedstrijden"): Diadakan secara rutin dalam berbagai kelas. Turnamen ini menjadi ajang kompetisi antar anggota klub.
•Pertandingan Telefonis Antar Kota: Surabaya secara aktif berpartisipasi dalam pertandingan telefonis melawan Semarang dan Batavia yang dimulai pada tahun 1918.
•Kompetisi Piala "Aesculaap": Meskipun diadakan oleh perkumpulan catur "Aesculaap", kompetisi ini melibatkan klub-klub dari Surabaya termasuk S.S.C. dan "Moeroeatoel Ichwan". Kompetisi ini memperebutkan piala yang sayangnya belum pernah diterima oleh pemenang dari N.I.S.B..
•Pertandingan Melawan Klub Lain: S.S.C. juga sering mengadakan pertandingan persahabatan atau kompetitif melawan klub-klub lain seperti Schaakclub "Batavia", Magelang, dan Malang.
•Simultan oleh Meister Catur: Kunjungan meister catur seperti Kostić, Euwe, dan Alekhine juga menjadi ajang semacam "turnamen" simultan di mana banyak pemain lokal berkesempatan untuk bertanding melawan pemain kelas dunia.
Informasi Kejadian Penting Catur Lainnya di Surabaya:
•Surabaya sebagai Pusat Catur Awal: Soerabaiasche Schaakclub adalah salah satu klub catur tertua dan terbesar di Hindia Belanda, menjadikannya pusat penting bagi perkembangan catur di wilayah Jawa bagian timur.
•Peran Jurnalisme Catur: Sosok seperti W. N. Dinger memainkan peran penting dalam mempopulerkan catur melalui tulisan-tulisan mereka di surat kabar. Surat kabar seperti "Soerabaja(a)sch Handelsblad" dan "Nieuwe Soerabaja Courant" memuat hasil pertandingan dan berita seputar kegiatan klub.
•Kunjungan Meister Dunia sebagai Motivasi: Kunjungan dan pertandingan simultan oleh meister dunia seperti Kostić, Euwe, dan Alekhine memberikan inspirasi dan motivasi yang besar bagi perkembangan catur di Surabaya.
•Tradisi dan Keanggotaan: Soerabajasche Schaakclub berhasil mempertahankan eksistensinya meskipun menghadapi tantangan mutasi anggota yang umum terjadi di Hindia Belanda. Dedikasi para pengurus seperti Egas dan Verbeet sangat berperan dalam menjaga keberlangsungan klub. Klub ini juga memiliki tradisi kuat dalam mengadakan acara perayaan dan menerbitkan catatan sejarahnya.
•Perubahan Lokasi Pertemuan: S.S.C. beberapa kali berpindah lokasi pertemuan, dari Sociëteit "Concordia" ke Grim. Hellendoorn, Simpang Restaurant, Hotel Oranje, dan kembali lagi, mencerminkan dinamika dan kebutuhan klub. Pada tahun 1931, klub pindah ke gedung Katholiek Socialen Bond di Embong Malang.
Secara keseluruhan, Surabaya pada masa Hindia Belanda memiliki kehidupan catur yang sangat aktif, terutama berkat keberadaan Soerabajasche SchaakClub (SSC) yang solid dan bersemangat. Klub ini tidak hanya menjadi wadah bagi para penggemar catur untuk bermain dan berkompetisi, tetapi juga berhasil menarik perhatian tokoh-tokoh catur dunia dan memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan catur di Hindia Belanda.
Sumber Referebnsi Text Cerita:
Buku kuno Berbahasa Belanda dari arsip kuno dokumen Belanda di situs DELPHER ---- 1896-1938 JUBILEUM UITGAVE - SOERABAJSCHE SCHAAKCLUB (SSC) & Buku kuno (Bahasa Belanda) berjudul NISB 1915-1925.
Nantikan tulisan saya berikutnya tentang SEJARAH CATUR HINDIA BELANDA...
Gens Una Sumus.
Mohon maaf dan Terima kasih.
😊🙏🇮🇩
HeDar.
#chess #catur #schaak #schaken #sejarahcatur #caturhindiabelanda #caturindonesia #percasi #NISB #hindiabelanda #dutcheastindies #chesshistory #indonesianchesshistory

Tidak ada komentar:
Posting Komentar